Senin, 06 April 2026

Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit

EM Bukit MKes - Senin, 06 April 2026 17:12 WIB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjenguk siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (4/4/2026). (Dok/Jakarta.go.id)

Jakarta (buseronline.com) - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung penanganan siswa yang terdampak dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSKD Duren Sawit, Sabtu.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan penanganan kesehatan secara cepat dan optimal kepada seluruh siswa yang terdampak.

Peristiwa dugaan keracunan ini berkaitan dengan layanan dari SPPG Pondok Kelapa II, Jakarta Timur, yang berdampak pada siswa di empat sekolah, yakni SMA Negeri 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09.

Dalam keterangannya, dilansir dari laman Jakarta.go.id, Pramono Anung menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 72 siswa menjalani perawatan di tiga rumah sakit, yakni RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum.

"Kami bergerak cepat untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak segera tertangani dengan baik. Ada beberapa yang sempat datang, tetapi tidak perlu dirawat dan sudah diperbolehkan pulang," ujarnya.

Ia menjelaskan, gejala yang dialami para siswa umumnya meliputi demam, mual, muntah, dan diare. Namun, kondisi para pasien saat ini relatif stabil.

"Kami berharap proses pemulihan dapat berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas," tambahnya.

Selain memastikan pelayanan kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional terkait langkah penanganan lanjutan. Berdasarkan arahan, seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban akan ditanggung sepenuhnya oleh Badan Gizi Nasional.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik dan keluarga tidak dibebani persoalan biaya pengobatan," tegasnya.

Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta bersama pihak terkait juga melakukan pelacakan (tracing) untuk menelusuri penyebab kejadian. Upaya ini diharapkan dapat memperjelas diagnosis sekaligus menjadi dasar evaluasi ke depan.

Sebagai langkah antisipasi, operasional SPPG Pondok Kelapa II untuk sementara dihentikan. Badan Gizi Nasional juga tengah menyiapkan alternatif penyedia layanan agar program MBG tetap berjalan di sekolah lainnya.

Pramono Anung menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

"Pemprov DKI Jakarta akan terus mengawal penanganan ini secara serius, memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, serta berkoordinasi erat dengan pihak terkait agar langkah penanganan dan evaluasi dapat dilakukan secara menyeluruh," ujarnya.

Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap program MBG sebagai kebijakan pemerintah pusat, dengan catatan pengawasan dan evaluasi harus terus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

"MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat dan kami sepenuhnya mendukung pelaksanaannya. Kehadiran kami di sini untuk memastikan anak-anak mendapatkan penanganan terbaik, sekaligus melakukan evaluasi agar ke depan program ini semakin baik dan aman," pungkasnya. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru