Surakarta (buseronline.com) - Akses layanan kesehatan jantung bagi masyarakat Solo dan sekitarnya kian terbuka seiring beroperasinya RS Kardiologi Emirates–Indonesia di kawasan Solo Technopark. Rumah sakit hibah Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) itu tercatat telah melayani 582 pasien sejak resmi beroperasi dan kini memprioritaskan integrasi layanan dengan BPJS Kesehatan.
Integrasi tersebut dilakukan agar layanan medis berteknologi tinggi di rumah sakit ini dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta jaminan kesehatan nasional.
Dilansir dari laman Kemenkes, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menegaskan fasilitas tersebut merupakan aset publik yang harus dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan masyarakat.
“Jadi, rumah sakit ini harus dirawat dengan baik. Ini adalah rumah sakitnya rakyat Indonesia,” ujar Budi, Kamis.
Wali Kota Surakarta Respati Ahmad Ardianto mengatakan pemerintah kota tengah mempercepat proses administrasi dan kredensialisasi agar rumah sakit dapat segera melayani pasien BPJS Kesehatan.
“Kami sedang mengupayakan proses kredensial dalam waktu enam bulan ke depan agar rumah sakit ini dapat melayani pasien BPJS Kesehatan,” jelas Respati.
Menurutnya, keberadaan rumah sakit jantung dengan fasilitas modern ini sangat penting untuk memangkas waktu rujukan dan mempercepat penanganan pasien kegawatdaruratan jantung di wilayah Solo Raya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr Sardjito selaku rumah sakit pengampu, Eniarti, menyatakan keterjangkauan biaya menjadi salah satu misi utama pengelolaan rumah sakit. Pihaknya memastikan proses integrasi BPJS terus dipersiapkan agar layanan dapat dinikmati seluruh kalangan.
“Saat ini kami juga sedang berupaya agar dapat melayani pasien BPJS Kesehatan, sehingga layanan ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, layanan bagi peserta BPJS akan didukung teknologi medis mutakhir yang telah tersedia, seperti Hybrid Cath Lab dan MRI. Fasilitas tersebut memungkinkan penanganan kasus jantung kompleks dilakukan secara cepat dan presisi, terutama pada periode emas (golden period) serangan jantung.
Selama masa transisi, operasional rumah sakit tetap berada di bawah pendampingan dan pengawasan RSUP Dr Sardjito guna menjamin mutu pelayanan serta keselamatan pasien.
Melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dukungan internasional dari UEA, RS Kardiologi Emirates–Indonesia ditargetkan menjadi rumah sakit rujukan jantung utama di Jawa Tengah yang modern, inklusif, dan terjangkau bagi seluruh kelompok masyarakat. (R)
beritaTerkait
komentar