Jumat, 10 April 2026

Mahasiswa Bandung Turut Berperan sebagai Agen Perubahan Penanggulangan HIV/AIDS

Sabtu, 24 Januari 2026 11:18 WIB
Mahasiswa Bandung Turut Berperan sebagai Agen Perubahan Penanggulangan HIV/AIDS
Suasana diskusi dan sosialisasi kesehatan dalam kegiatan Tebar Cinta Akhiri AIDS: Peran dan Tantangan Generasi Muda dalam Penanggulangan HIV dan AIDS yang diikuti mahasiswa di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis (22/12/2026). (Dok/Diskominfo Band
Bandung (buseronline.com) - Upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Bandung terus diperkuat melalui peran aktif generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Tebar Cinta Akhiri AIDS: Peran dan Tantangan Generasi Muda dalam Penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Bandung” yang digelar di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Baznas Kota Bandung bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung dan Pemerintah Kota Bandung, dengan sasaran utama mahasiswa sebagai agen perubahan dalam upaya edukasi dan sosialisasi kesehatan terkait HIV dan AIDS.

Dilansir dari laman Diskominfo Bandung, Ketua Baznas Kota Bandung, Akhmad Roziqin, menyampaikan bahwa isu kesehatan masyarakat, termasuk HIV dan AIDS, merupakan bagian dari mandat utama Baznas.

Menurutnya, Baznas memiliki tanggung jawab dalam pemenuhan lima kebutuhan dasar masyarakat, yakni kesehatan, agama, sosial kemanusiaan, ekonomi, dan pendidikan.

“Urusan kesehatan masyarakat Kota Bandung adalah prioritas bagi Baznas. Dana yang digunakan berasal dari masyarakat Kota Bandung dan dikembalikan lagi untuk kemaslahatan warga Kota Bandung,” ujarnya.

Roziqin menjelaskan, program Tebar Cinta Akhiri AIDS telah digagas dan dijalankan bersama KPA Kota Bandung selama lebih dari satu tahun dan akan terus dilanjutkan. Pasalnya, persoalan HIV, AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria masih menjadi tantangan nyata di tengah masyarakat.

Dalam bidang kesehatan, Baznas menerapkan empat pendekatan utama, yakni preventif, kuratif, rehabilitatif, dan promotif. Kegiatan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini difokuskan pada aspek promotif melalui peningkatan kesadaran dan pemahaman generasi muda.

“Mahasiswa diharapkan tidak hanya paham, tetapi juga memiliki empati serta tidak melakukan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV dan AIDS. Pencegahan dan sikap saling menghargai harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, menuturkan bahwa penanggulangan HIV dan AIDS membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat diselesaikan hanya dari sisi medis.

Ia memaparkan, kondisi HIV di Kota Bandung saat ini berada pada fase terkontrol dengan tren pengendalian yang cukup positif, meskipun belum sepenuhnya stabil. Pada tahun 2025, sekitar 80 persen orang dengan HIV (ODHIV) di Kota Bandung telah mengetahui statusnya, 63 persen menjalani pengobatan, dan 45 persen telah mencapai viral load tersupresi.

“Target utama adalah mencapai 95-95-95 pada 2030, yakni 95 persen ODHIV mengetahui statusnya, 95 persen dari mereka menjalani pengobatan, dan 95 persen dari yang diobati mencapai supresi virus. Ini masih menjadi tantangan, terutama terkait kepatuhan pengobatan dan kendala pemeriksaan viral load,” jelasnya.

Selain itu, jumlah tes HIV di fasilitas kesehatan Kota Bandung terus mengalami peningkatan sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat. Hingga November 2025, tercatat lebih dari 100 ribu tes HIV telah dilakukan dengan tingkat positivitas sekitar 1,04 persen. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia produktif 20–49 tahun.

Melalui kegiatan Tebar Cinta Akhiri AIDS, Dinas Kesehatan Kota Bandung berharap mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan dan duta informasi yang menyebarkan pemahaman yang benar mengenai HIV dan AIDS, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

“Kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun Kota Bandung yang sehat dan berdaya,” pungkas Dadan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
RSU Haji Medan Perkuat Perlindungan Tenaga Medis dalam Penanganan Campak
RSU Haji Medan dan RSJ Prof Ildrem Pastikan Tak Terapkan WFH, Layanan Tetap Normal
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
komentar
beritaTerbaru