Selasa, 07 April 2026

Wamenkes RI Dorong Kolaborasi Kesehatan Digital dan AI Medis Bersama Tiongkok

EM Bukit MKes - Rabu, 21 Januari 2026 11:20 WIB
Wamenkes RI Dorong Kolaborasi Kesehatan Digital dan AI Medis Bersama Tiongkok
Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavius menyampaikan paparan dalam kunjungan kerja di Tiongkok terkait penguatan kerja sama kesehatan digital dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) medis antara Indonesia dan Tiongkok, Minggu (18/1/2026)
Tiongkok (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr Benjamin Paulus Octavius, melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok guna memperkuat kerja sama bilateral di bidang kesehatan digital, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) medis, riset kesehatan, serta standardisasi dan pengembangan industri alat kesehatan.

Kunjungan yang berlangsung di sejumlah kota, yakni Xuzhou, Hefei, dan Hangzhou, tersebut ditandai dengan penandatanganan Tripartite Memorandum of Agreement (MoA) antara Xuzhou Medical University (XZMU), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan Badan Standardisasi Nasional (BSN). Kesepakatan ini mencakup pembentukan Laboratorium Bersama China–Indonesia di bidang Digital Medicine dan Proactive Health.

Dilansir dari laman Kemenkes, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benjamin Paulus Octavius, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis dalam mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional melalui penguatan riset, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital yang aman serta terstandar.

“Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan sistem kesehatan digital dan penerapan AI medis yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar dr Benjamin, Minggu.

Ia menegaskan, pengembangan kesehatan digital dan AI medis menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan, termasuk peningkatan efisiensi layanan, akurasi diagnosis, serta perluasan akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil.

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, delegasi Indonesia juga meninjau langsung penerapan teknologi AI dalam layanan kesehatan primer, serta pengembangan alat diagnostik tuberkulosis berbasis Tes Cepat Molekuler (TCM). Pemerintah Indonesia mendorong adanya alih teknologi dan penguatan industri alat kesehatan dalam negeri sebagai bagian dari kerja sama tersebut.

“Indonesia mendorong kolaborasi yang tidak hanya berhenti pada riset, tetapi juga mendukung pengembangan industri alat kesehatan nasional, termasuk rencana pembangunan fasilitas produksi TCM di dalam negeri,” jelasnya.

Wamenkes menekankan bahwa seluruh bentuk kerja sama internasional di bidang kesehatan harus berlandaskan prinsip alih teknologi, penguatan kapasitas nasional, serta perlindungan dan kedaulatan data kesehatan masyarakat Indonesia.

“Pemanfaatan teknologi digital dan AI medis harus tetap menjamin keamanan data kesehatan dan mendukung kemandirian sistem kesehatan nasional,” tegasnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok di sektor kesehatan, sekaligus mendukung agenda prioritas nasional, antara lain percepatan eliminasi tuberkulosis, penguatan layanan kesehatan primer, serta transformasi digital sistem kesehatan Indonesia secara berkelanjutan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru