Aceh Tamiang (buseronline.com) - Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI terus memberikan layanan kesehatan terpadu bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Selain pelayanan medis, relawan juga memberikan trauma healing untuk anak-anak guna membantu pemulihan kondisi psikologis pascabencana.
Kegiatan trauma healing digelar di Masjid Mushola Al-Falah, Dusun Malang, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Rantau, Selasa. Tim relawan yang terlibat terdiri dari dokter, perawat, apoteker, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga promosi dan edukasi kesehatan, serta anggota organisasi profesi.
“Kami melakukan trauma healing untuk anak-anak korban bencana. Kegiatan dimulai dengan edukasi enam langkah cuci tangan, kemudian anak-anak menggambar bebas sesuai kreativitas mereka dan mempresentasikan hasilnya kepada tim,” ujar Wandi, Relawan TCK Kemenkes.
Setiap hasil karya anak-anak diapresiasi sebagai bentuk dukungan psikososial. “Semua gambar anak-anak bagus, sehingga semuanya kami beri hadiah. Harapannya anak-anak merasa senang, lebih percaya diri, dan perlahan pulih dari trauma akibat bencana,” tambah Wandi.
Selain trauma healing, kegiatan juga menghadirkan penyuluhan kesehatan bagi ibu dan keluarga, meliputi kesehatan ibu hamil, persalinan, pola asuh anak, serta layanan pengobatan gratis bagi warga yang membutuhkan.
Salah satu warga Desa Mekar Jaya, Nuria, menyampaikan apresiasi atas kehadiran relawan TCK Kemenkes. Ia menilai kegiatan trauma healing memberikan dampak positif bagi anak-anak yang telah lama terdampak bencana dan tidak bersekolah.
“Anak-anak kami yang balita sangat senang karena sudah lama tidak bersekolah. Mereka senang bisa menggambar dan mewarnai. Kami juga yang sakit mendapatkan pengobatan gratis. Alhamdulillah, perhatian ini membuat kami merasa diperhatikan dan lebih kuat menghadapi kondisi pascabencana,” ujarnya.
Melalui layanan trauma healing dan penyuluhan kesehatan ini, dilansir dari laman Humas Polri, Relawan TCK Kemenkes berharap dapat memulihkan kondisi psikososial anak dan keluarga, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah melalui relawan kesehatan dalam memberikan perlindungan dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak bencana, terutama generasi muda yang rentan mengalami trauma psikologis. (R)
beritaTerkait
komentar