Selasa, 07 April 2026

Emergency Medical Team Muhammadiyah Resmi Penuhi Standar WHO

EM Bukit MKes - Senin, 12 Januari 2026 11:20 WIB
Emergency Medical Team Muhammadiyah Resmi Penuhi Standar WHO
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sambutan saat peluncuran Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (8/1/2026), sekaligus menyoroti peran Emergency Medical Team (EMT) Muhammadi

Magelang (buseronline.com) - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyebut Muhammadiyah memiliki Emergency Medical Team (EMT) yang telah memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Dilansir dari laman Kemenkes, Keberadaan EMT tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam penguatan respons layanan kesehatan pada situasi kebencanaan di Indonesia.


Hal itu disampaikan Menkes Budi saat menghadiri peluncuran Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Pendidikan Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) di Magelang, Jawa Tengah, Kamis.


“Saya jadi ingat, EMT Muhammadiyah sudah memenuhi standar WHO, bahkan yang pertama di Indonesia,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.


EMT merupakan tim medis yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan langsung di lokasi bencana. Tim ini terdiri dari tenaga kesehatan terlatih yang disiapkan untuk merespons kondisi kedaruratan secara cepat, terkoordinasi, serta sesuai dengan standar internasional, mulai dari pelayanan medis dasar hingga penanganan kegawatdaruratan.


Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki pengalaman panjang dalam layanan medis darurat, termasuk saat menghadapi pandemi Covid-19.


“Kami menyiapkan 25 rumah sakit untuk menghadapi keadaan, dan pada akhirnya 86 rumah sakit Muhammadiyah terlibat dalam layanan medis, saat banyak rumah sakit lain ketakutan menangani kondisi pada masa Covid,” ujar Haedar.


Ia menambahkan, keterlibatan rumah sakit Muhammadiyah dalam berbagai situasi krisis menjadi bukti komitmen organisasi tersebut dalam pelayanan kesehatan kemanusiaan.


Pengembangan Emergency Medical Team di lingkungan Muhammadiyah telah dimulai sejak 2007 sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas medis kebencanaan.


Pada tahap awal, pengembangan tim medis ini dikenal dengan nama Disaster Medical Committee (DMC), sebelum kemudian berkembang dan terstandarisasi menjadi EMT.


Saat ini, EMT Muhammadiyah berada di bawah koordinasi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), lembaga di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menjalankan fungsi penanggulangan bencana dan respons kemanusiaan.


Keberadaan EMT Muhammadiyah diharapkan semakin memperkuat layanan kesehatan darurat serta mendukung sistem penanganan bencana nasional, baik pada fase tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru