Senin, 06 April 2026

Program Speling Jangkau Desa-desa di Jateng, Dokter Spesialis Hadir Gratis untuk Warga

EM Bukit MKes - Sabtu, 27 Desember 2025 03:08 WIB
Program Speling Jangkau Desa-desa di Jateng, Dokter Spesialis Hadir Gratis untuk Warga
Warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis oleh dokter spesialis dalam Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di salah satu desa, Selasa (23/12/2025).
Semarang (buseronline.com) - Akses layanan dokter spesialis yang selama ini sulit dijangkau warga desa di Jawa Tengah kini mulai teratasi melalui Program Dokter Spesialis Keliling (Speling).

Program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini menghadirkan layanan kesehatan gratis langsung ke desa-desa.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, layanan kesehatan tidak lagi terpusat di rumah sakit.

Negara justru hadir mendekat ke masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan medis.

Program Speling yang diluncurkan pada Maret 2025 telah menjangkau seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar menyampaikan bahwa hingga Desember 2025, program ini telah dilaksanakan lebih dari 876 kegiatan.

“Program Speling sudah menjangkau 748 desa di 388 kecamatan, dengan total sasaran mencapai 83.137 orang. Program ini akan terus berjalan karena masyarakat sangat berharap layanan ini berlanjut sampai semua terlayani,” ujar Yunita, Selasa.

Melalui Speling, masyarakat dapat memeriksakan kesehatan tanpa harus memikirkan jarak dan biaya. Banyak warga, khususnya lansia, untuk pertama kalinya mendapatkan konsultasi langsung dengan dokter spesialis.

Selain pengobatan, Speling juga memberikan edukasi kesehatan untuk mendorong deteksi dini penyakit. Yunita menjelaskan, edukasi tentang pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi menjadi bagian penting dari program tersebut.

Masyarakat diajak menerapkan pola hidup sehat melalui gizi seimbang, istirahat cukup, dan pengelolaan stres. Pada tahap awal, Speling diprioritaskan untuk desa-desa miskin yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat cakupan program ini terus diperluas. “Setelah desa miskin dituntaskan, Speling akan kami lanjutkan ke desa dan kelurahan lainnya agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” jelas Yunita.

Keberhasilan program ini, lanjut Yunita, tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, DPRD, perguruan tinggi, hingga media.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai Speling sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam menghadirkan layanan kesehatan hingga ke tingkat desa. Menurutnya, pembangunan kesehatan harus dimulai dari masyarakat paling bawah.

“Melalui Speling, sasarannya jelas, masyarakat desa harus sehat. Jika desa sehat, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi juga akan sehat,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, kesehatan menjadi prioritas utama karena tanpa tubuh yang sehat, kesejahteraan masyarakat sulit terwujud. Kini, Program Speling tidak hanya menjadi layanan kesehatan, tetapi juga simbol kehadiran negara di tengah masyarakat.

Bagi warga desa di Jawa Tengah, bertemu dokter spesialis bukan lagi kemewahan, melainkan hak yang nyata dirasakan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru