Bener Meriah (buseronline.com) - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas dengan merevitalisasi sekitar 800 puskesmas di tiga provinsi yang terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat, termasuk pengungsi dan kelompok rentan, tetap mendapatkan pelayanan kesehatan di tengah keterbatasan akses pascabencana.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa puskesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, khususnya dalam menjangkau masyarakat yang berada di pengungsian maupun wilayah yang masih terisolasi.
“Puskesmas sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat di rumah-rumah dan pengungsian, sehingga tidak perlu ke rumah sakit,” ujar Menkes Budi saat meninjau wilayah terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Jumat.
Menurutnya, setelah proses revitalisasi rumah sakit di daerah terdampak bencana mulai berjalan, pemerintah kini memfokuskan perhatian pada penguatan layanan kesehatan primer.
Revitalisasi ratusan puskesmas tersebut bertujuan agar pelayanan promotif dan preventif tetap berjalan optimal dan dekat dengan masyarakat.
“Sekarang kami mulai merevitalisasi sekitar 800 puskesmas di tiga provinsi agar pelayanan kesehatan tetap dekat dengan masyarakat,” katanya.
Penguatan puskesmas ini diarahkan untuk melayani kebutuhan kesehatan dasar masyarakat di lokasi pengungsian, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang paling rentan,” tegas Menkes.
Budi menambahkan, wilayah yang masih terisolasi pascabencana memiliki risiko tinggi terhadap terhambatnya pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah pusat turun langsung ke lapangan untuk memastikan operasional layanan kesehatan berjalan dan mengidentifikasi dukungan yang diperlukan.
“Jadi saya ingin lihat langsung operasionalnya dan apa yang bisa pemerintah pusat bantu,” ujarnya.
Selain penguatan layanan medis, Kemenkes juga memberikan dukungan penunjang berupa penyediaan listrik cadangan, air bersih, serta penguatan akses komunikasi guna mendukung operasional puskesmas dan menjamin keselamatan masyarakat di pengungsian.
Revitalisasi puskesmas ini menjadi bagian dari strategi pemulihan kesehatan jangka menengah pemerintah untuk menekan risiko keterlambatan penanganan penyakit serta mengurangi beban rumah sakit rujukan di wilayah terdampak bencana.
Pendekatan kesehatan berbasis komunitas tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan masyarakat hingga kondisi infrastruktur dan akses wilayah kembali pulih sepenuhnya. (R)
beritaTerkait
komentar