Senin, 06 April 2026

Puskesmas Pante Raya Bener Meriah Tingkatkan Layanan Kesehatan untuk Antisipasi Penyakit di Pengungsian

EM Bukit MKes - Selasa, 23 Desember 2025 11:22 WIB
Puskesmas Pante Raya Bener Meriah Tingkatkan Layanan Kesehatan untuk Antisipasi Penyakit di Pengungsian
Tenaga kesehatan Puskesmas Pante Raya melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga di posko pengungsian pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Bener Meriah, sebagai upaya pencegahan penyakit di lingkungan pengungsian, Jumat (19/12/2025). (Dok/Keme
Bener Meriah (buseronline.com) - Pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, kondisi kesehatan warga yang tinggal sementara di posko pengungsian menjadi perhatian serius. Lingkungan yang belum sepenuhnya pulih, kepadatan hunian, serta perubahan pola aktivitas masyarakat meningkatkan risiko munculnya berbagai gangguan kesehatan di lokasi pengungsian.

Merespons situasi tersebut, Puskesmas Pante Raya, Kabupaten Bener Meriah, memperkuat layanan kesehatan dengan melakukan pemantauan dan pendampingan secara rutin di posko-posko pengungsian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau dan tertangani secara cepat guna mencegah terjadinya wabah penyakit pascabencana.

Kepala Puskesmas Pante Raya, Gunawan Arianto, mengatakan pihaknya telah menyesuaikan pola pelayanan kesehatan berdasarkan jarak dan akses menuju lokasi pengungsian.

“Posko yang lokasinya dekat kami kunjungi setiap hari, sementara untuk posko yang jaraknya cukup jauh kami kunjungi dua hari sekali,” ujar Gunawan, Jumat.

Dari hasil pemeriksaan di tiga titik pengungsian, tercatat sekitar 600 kasus keluhan kesehatan yang dialami warga. Keluhan terbanyak didominasi oleh infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) serta penyakit tidak menular seperti hipertensi. Data tersebut menjadi dasar bagi Puskesmas Pante Raya untuk memperkuat layanan dan mempercepat penanganan agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan melakukan pendampingan langsung kepada para pengungsi melalui pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian obat-obatan sesuai keluhan, serta distribusi suplemen vitamin guna menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat. Selain itu, masker juga dibagikan kepada pengungsi yang mengalami batuk atau menunjukkan gejala gangguan pernapasan sebagai langkah pencegahan penularan penyakit di lingkungan pengungsian.

Seiring berjalannya waktu, sebagian pengungsi mulai kembali melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berkebun dan membersihkan rumah pada pagi hingga siang hari. Meski demikian, pemantauan kesehatan tetap dilakukan secara berkelanjutan mengingat kondisi lingkungan pascabencana masih dalam tahap pemulihan dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Puskesmas Pante Raya juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang dirasakan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan keluhan kesehatan sekecil apa pun. Jika merasa tidak sehat, segera datang ke posko kesehatan atau puskesmas agar dapat ditangani lebih awal. Kami siap memberikan pelayanan kesehatan,” tutup Gunawan.

Penguatan layanan kesehatan ini diharapkan mampu mencegah munculnya penyakit menular maupun gangguan kesehatan lainnya di lingkungan pengungsian, sekaligus memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan hak atas layanan kesehatan yang layak. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Batik Nasional, Nawal Yasin Ajak Pengrajin Berinovasi
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
komentar
beritaTerbaru