Kamis, 09 April 2026

350 Ribu Kematian per Tahun Akibat Stroke, Jakarta Diminta Wamenkes Dante Jadi Pelopor Penanganan Cepat

Minggu, 07 Desember 2025 06:19 WIB
350 Ribu Kematian per Tahun Akibat Stroke, Jakarta Diminta Wamenkes Dante Jadi Pelopor Penanganan Cepat
Wakil Menteri Kesehatan Prof Dante Saksono Harbuwono menyampaikan sambutan pada peluncuran Jakarta Siaga Stroke 2026 dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional di Jakarta, Jumat (5/12/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan peringatan keras terkait tingginya angka kematian akibat stroke di Indonesia yang mencapai 350 ribu kasus per tahun.

Ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi pelopor dalam upaya penanganan cepat melalui inovasi layanan kesehatan yang efektif dan berbasis teknologi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof Dante saat menghadiri peluncuran Jakarta Siaga Stroke 2026, sebuah program percepatan penanganan darurat stroke yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN), di Jakarta, Jumat.

Dalam sambutannya, Wamenkes menegaskan bahwa stroke tidak hanya menjadi penyebab kematian terbesar, tetapi juga penyebab kecacatan jangka panjang yang sangat membebani pasien dan keluarga.

“Stroke itu menyebabkan lebih dari 350 ribu kematian setiap tahun,” ujar Prof Dante.

Ia menjelaskan, kecepatan penanganan sangat menentukan peluang hidup dan kualitas pemulihan pasien. Golden period penanganan stroke hanya 4,5 jam sejak munculnya gejala pertama.

“Golden period hanya 4,5 jam dari mulai gejala sampai ditangani dengan masuknya obat,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai Jakarta sebagai smart city memiliki modal yang kuat untuk menjadi daerah pertama yang menerapkan sistem respons cepat, terintegrasi, dan modern untuk menangani kasus stroke.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa penetapan program Jakarta Siaga Stroke dilakukan karena stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

“Stroke adalah penyebab kematian tertinggi di Indonesia,” ungkap Pramono.

Sebagai langkah awal, Pemprov DKI menginstruksikan 584 anggota pasukan putih—yang sebelumnya bertugas mendampingi penyandang disabilitas dan lansia—untuk turut mendukung penanganan darurat stroke di lapangan.

“Ibu Kepala Dinas saya perintahkan agar pasukan putih membantu penanganan stroke. Karena golden period 4,5 jam itulah yang dibutuhkan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemprov DKI juga memperkenalkan Jakarta Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (JakSimpus), sebuah platform digital yang dirancang untuk menyederhanakan proses laporan, memotong birokrasi, dan meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Prof Dante mengapresiasi langkah tersebut dan memastikan JakSimpus akan terhubung dengan platform nasional SatuSehat.

“Kita mengidentifikasi ada ratusan laporan yang harus diisi petugas kesehatan. Ini disimplifikasi dengan JakSimpus,” jelas Wamenkes.

Prof Dante berharap kedua inovasi—Jakarta Siaga Stroke dan JakSimpus—dapat memberikan dampak nyata dalam menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke di ibu kota.

“Jakarta bisa ditiru daerah lain untuk melakukan program-program inovatif seperti ini,” ucapnya.

Dengan sistem respons cepat, pemanfaatan teknologi, dan dukungan tenaga lapangan, program ini diharapkan menjadi titik awal transformasi layanan kegawatdaruratan stroke di Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
RSU Haji Medan Perkuat Perlindungan Tenaga Medis dalam Penanganan Campak
RSU Haji Medan dan RSJ Prof Ildrem Pastikan Tak Terapkan WFH, Layanan Tetap Normal
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
komentar
beritaTerbaru