Senin, 06 April 2026

Menkes Budi Tegaskan Menjaga Kesehatan Masyarakat sebagai Prioritas Utama

EM Bukit MKes - Minggu, 30 November 2025 06:12 WIB
Menkes Budi Tegaskan Menjaga Kesehatan Masyarakat sebagai Prioritas Utama
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan dalam Rakornis Kesehatan Primer dan Komunitas 2025 di Bekasi, Rabu (26/11/2025). (Dok/Kemenkes)
Bekasi (buseronline.com) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa prioritas pembangunan kesehatan nasional adalah menjaga masyarakat tetap sehat, bukan sekadar mengobati orang yang sudah sakit. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan Primer dan Komunitas 2025 di Bekasi, Rabu.

Menkes menjelaskan bahwa sejak 2018 hingga 2022, Kementerian Kesehatan terus menggeser orientasi sistem kesehatan dari kuratif menuju promotif dan preventif. Langkah ini ditempuh untuk memastikan masyarakat tidak jatuh sakit melalui penguatan layanan primer dan edukasi kesehatan publik.

“Mengurus orang agar tetap sehat jauh lebih penting dan membutuhkan perhatian serta anggaran lebih besar dibandingkan hanya mengobati orang saat sudah sakit. Karena ketika sakit, itu sudah terlambat dan biayanya sangat mahal,” tegas Menkes.

Ia mengingatkan bahwa dari sekitar 280 juta penduduk Indonesia, hanya sebagian kecil yang sedang sakit. Karena itu, fokus kebijakan harus diberikan kepada mayoritas masyarakat yang sehat agar tetap sehat.

“Kita sering terjebak pada asumsi bahwa yang sehat tidak perlu diurus. Itu keliru. Justru menjaga mayoritas penduduk tetap sehat adalah esensi dari tugas kita sebagai dinas kesehatan, bukan dinas kedokteran atau dinas kesakitan,” ujarnya.

Menkes memaparkan bahwa target RPJMN untuk meningkatkan angka harapan hidup menjadi 75 tahun dan harapan hidup sehat menjadi 65 tahun hanya dapat dicapai melalui penguatan layanan kesehatan primer. Ia menekankan bahwa strategi pencegahan harus dijalankan dengan pendekatan yang relevan bagi masyarakat.

“Kita harus hadir di platform yang dilihat masyarakat, seperti TikTok dan Instagram. Konten sederhana tentang pola makan sehat, olahraga, dan tidur cukup bisa menjangkau jutaan orang,” jelasnya.

Menkes juga mengingatkan pentingnya tenaga kesehatan menjadi contoh gaya hidup sehat, mengingat meningkatnya kasus kematian mendadak akibat penyakit jantung pada usia muda, termasuk di kalangan nakes.

“Kalau kita sebagai Kemenkes saja tidak bisa menjaga kesehatan pegawai sendiri, bagaimana kita bisa menjaga masyarakat seluruh Indonesia?” ujarnya.

Ia kembali mengulang tiga pilar hidup sehat: cukup bergerak, makan sehat, dan tidur cukup.

Untuk itu, Menkes meminta seluruh Kepala Dinas Kesehatan menciptakan ruang dan kegiatan yang mendukung aktivitas fisik masyarakat, termasuk melalui car free day dan program olahraga rutin.

Menkes menekankan pentingnya memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai pintu masuk edukasi dan deteksi dini, terutama terkait aktivitas fisik, risiko penyakit tidak menular (PTM), dan pola hidup masyarakat.

“Olahraga paling murah dan paling mudah adalah berlari atau berjalan. Kalau Jakarta yang panas saja bisa, daerah lain pasti bisa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hasil CKG yang menunjukkan rendahnya aktivitas fisik harus segera direspons dengan intervensi komunitas, edukasi langsung, serta kampanye gaya hidup sehat yang lebih intensif.

Melalui penguatan layanan primer, edukasi publik, dan teladan dari tenaga kesehatan, Menkes berharap transformasi promotif-preventif dapat berjalan lebih cepat dan memberi dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
komentar
beritaTerbaru