Senin, 06 April 2026

Penghapusan Rujukan Berjenjang Disiapkan Pemerintah, Pasien JKN Bisa Langsung ke RS Kompeten

EM Bukit MKes - Senin, 24 November 2025 09:14 WIB
Penghapusan Rujukan Berjenjang Disiapkan Pemerintah, Pasien JKN Bisa Langsung ke RS Kompeten
Tampilan materi Kementerian Kesehatan yang menjelaskan perubahan sistem rujukan dari berjenjang menjadi berbasis kompetensi layanan rumah sakit, ditampilkan pada sebuah kegiatan di Jakarta, Jumat (21/11/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah tengah menyiapkan perubahan besar dalam mekanisme pelayanan kesehatan nasional dengan menghapus sistem rujukan berjenjang dan menggantinya dengan rujukan berbasis kompetensi.

Dengan skema baru ini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan langsung dirujuk ke rumah sakit yang paling mampu menangani kondisi medisnya, tanpa harus melalui tahapan kelas D–C–B–A seperti sistem yang berlaku selama ini.

Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan, dr Obrin Parulian, menyampaikan bahwa reformasi sistem rujukan ini dirancang untuk mempercepat akses layanan serta memastikan mutu penanganan pasien tetap terjaga.

“Peserta JKN ini kondisi medisnya apa, kebutuhannya apa, itu yang kita fasilitasi lewat sistem SatuSehat Rujukan yang dibangun. Nanti dia akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang kompeten sesuai kondisi klinis dan kebutuhan medisnya,” ujarnya di Jakarta, Jumat.

Menurut Obrin, rujukan berjenjang selama ini sering menyebabkan pasien harus berpindah-pindah rumah sakit sebelum mendapatkan layanan yang sesuai, sehingga memperpanjang waktu penanganan dan meningkatkan risiko perburukan kondisi medis.

Dalam skema terbaru, dokter perujuk akan menginput diagnosa serta kebutuhan prosedur atau tindakan ke dalam sistem. Selanjutnya, SatuSehat Rujukan akan secara otomatis mengarahkan pasien ke rumah sakit yang memiliki kompetensi sesuai.

Jika rumah sakit tujuan penuh, sistem akan mencari fasilitas lain dengan kompetensi serupa atau lebih tinggi berdasarkan kapasitas yang tersedia.

Reformasi ini didukung teknologi geotagging dan integrasi dengan sistem SIRANAP untuk memastikan informasi ketersediaan tempat tidur selalu terbarui, sehingga proses rujukan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien.

Sejalan dengan perubahan sistem rujukan, Kementerian Kesehatan juga mempercepat implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, dr Ockti Palupi Rahayuningtyas, menyebut bahwa dari sekitar 3.100 rumah sakit, hanya 5,5 persen yang masih berstatus merah atau oranye dalam pemenuhan standar KRIS.

Adapun tantangan utama dalam penerapan KRIS meliputi:

Instalasi nurse call

Ketersediaan outlet oksigen

Penggunaan tirai nonpori

Kamar mandi ramah aksesibilitas

Menurut Ockti, percepatan penyelesaian seluruh komponen tersebut terus dilakukan agar KRIS dapat berjalan optimal di seluruh fasilitas kesehatan.

Kepala Pusat Pembiayaan Kesehatan Kemenkes, Ahmad Irsan, menjelaskan bahwa rujukan berbasis kompetensi akan mengurangi perpindahan pasien dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain, sehingga berdampak pada efisiensi pembiayaan.

Simulasi awal menunjukkan adanya potensi peningkatan pengeluaran dana jaminan sebesar 0,64–1,69 persen, namun Irsan memastikan kondisi keuangan dana jaminan masih aman dan stabil.

Kemenkes menargetkan implementasi penuh sistem rujukan berbasis kompetensi mulai awal 2026, setelah seluruh standar layanan dan kriteria rujukan difinalisasi.

Pemerintah berharap kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mempercepat penanganan pasien, serta mengurangi beban pembiayaan kesehatan jangka panjang. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Batik Nasional, Nawal Yasin Ajak Pengrajin Berinovasi
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
komentar
beritaTerbaru