Senin, 06 April 2026

RS KEI Surakarta Diresmikan, Ahmad Luthfi Sebut Jadi Kebanggaan Jawa Tengah

EM Bukit MKes - Jumat, 21 November 2025 09:07 WIB
RS KEI Surakarta Diresmikan, Ahmad Luthfi Sebut Jadi Kebanggaan Jawa Tengah
Presiden Prabowo Subianto dan perwakilan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menandatangani dokumen kerja sama di Gedung Kementerian Kesehatan, Surakarta, Rabu (19/11/2025).
Surakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates–Indonesia (RS KEI) di Kota Surakarta, Rabu.

Peresmian ini turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta perwakilan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), Syeikh Theyab Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Hadirnya RS KEI menandai berdirinya pusat pelayanan jantung tercanggih di Jawa Tengah.

Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa keberadaan rumah sakit tersebut menjadi kebanggaan sekaligus keuntungan besar bagi provinsi, karena RS KEI termasuk salah satu dari empat rumah sakit berperalatan tercanggih di Indonesia.

“Ini rumah sakit jantung tercanggih terutama di Jawa Tengah. Total ada empat rumah sakit dengan peralatan tercanggih di Indonesia. Ini menjadi kebanggaan Provinsi Jawa Tengah, punya rumah sakit yang canggih terutama terkait layanan jantung,” ujar Luthfi saat mendampingi Presiden.

Ia menambahkan bahwa pembangunan RS KEI juga menjadi simbol kuat kerja sama bilateral Indonesia–UEA di sektor kesehatan.

Kehadiran rumah sakit ini sekaligus mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan Kota Solo sebagai destinasi medical tourism, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri dengan biaya tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar menyebut penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jateng triwulan III 2025, terdapat 94.612 kunjungan pasien jantung, sementara sepanjang 2024 jumlahnya mencapai 94.752 orang berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI).

“Rumah sakit kardiologi (jantung) ini untuk menjadi pusat di Jawa Tengah,” kata Yunita.

Ia menjelaskan bahwa Jawa Tengah sebelumnya belum memiliki rumah sakit khusus jantung, hanya layanan jantung di rumah sakit umum.

Dari total 366 rumah sakit dengan 47.200 tempat tidur, baru tersedia 28 layanan cathlab. Sementara itu, jumlah dokter spesialis jantung baru mencapai 150 orang.

Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, Dinas Kesehatan Jawa Tengah akan mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis, termasuk dokter spesialis jantung, untuk mengoptimalkan layanan RS KEI sebagai pusat rujukan utama penyakit jantung di Jawa Tengah. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru