Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa dua dekade ke depan menjadi periode paling menentukan bagi Indonesia dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Lapangan Upacara Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu.
Dalam amanatnya, Menkes menyoroti besarnya jumlah penduduk usia muda yang akan memasuki usia produktif pada 2045.
“Sebanyak 84 juta anak Indonesia hari ini akan mencapai usia produktif pada tahun 2045, tepat satu abad Indonesia merdeka. Kita hanya punya dua dekade untuk memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang sehat, tangguh, dan unggul,” ujar Menkes Budi.
Dengan mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, ia menegaskan bahwa kualitas kesehatan masyarakat saat ini akan menentukan arah pembangunan bangsa di masa mendatang.
Dalam rangkaian upacara, Menkes Budi memaparkan berbagai capaian nyata selama empat tahun implementasi Transformasi Kesehatan, yang meliputi enam pilar strategis.
Beberapa capaian utama tersebut antara lain:
1. Transformasi Layanan Primer
52 juta masyarakat telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis untuk deteksi dini penyakit prioritas.
Skrining tuberkulosis meningkat, menjangkau lebih dari 20 juta penduduk.
2. Transformasi Layanan Rujukan
Pembangunan dan peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan terus dilakukan.
32 dari 66 RS tipe D ditargetkan naik kelas menjadi tipe C pada 2025.
3. Transformasi Ketahanan Kesehatan
Prevalensi stunting berhasil ditekan hingga 19,8 persen, sesuai target menuju angka di bawah 20 persen.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini menjangkau 268 juta penduduk Indonesia.
4. Kemandirian Farmasi dan Alat Kesehatan
Indonesia mampu memproduksi 9 dari 10 alat kesehatan utama secara mandiri di dalam negeri.
5. Transformasi Tenaga Kesehatan
61 persen Puskesmas memenuhi standar tenaga kesehatan.
74 persen RSUD telah memiliki tujuh dokter spesialis sesuai standar minimal.
6. Transformasi Teknologi Kesehatan
Aplikasi Satu Sehat kini telah mengintegrasikan data lebih dari:
10.000 Puskesmas
3.200 rumah sakit
ribuan apotek di seluruh Indonesia
Data terintegrasi ini memungkinkan pengelolaan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan efisien.
Menkes menegaskan perubahan pendekatan sistem kesehatan yang kini berfokus pada pencegahan.
“Fokus kita kini bergeser dari mengobati orang sakit menjadi menjaga agar orang tetap sehat. Transformasi kesehatan ini adalah kerja besar seluruh insan kesehatan Indonesia,” tegasnya.
Dalam pidato yang sama, Menkes menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan — dokter, perawat, bidan, tenaga laboratorium, sanitarian, farmasis, hingga kader Posyandu — yang dengan dedikasi tinggi telah menjaga kesehatan, menyelamatkan nyawa, dan menebarkan harapan bagi bangsa ini,” ujarnya.
Menkes menilai bahwa keberhasilan transformasi selama ini tidak lepas dari komitmen, pengorbanan, dan ketulusan para tenaga kesehatan yang bekerja di seluruh tingkatan pelayanan.
Selain capaian sektor kesehatan, Menkes turut menekankan pentingnya transformasi budaya kerja di internal Kemenkes dan pemerintah daerah agar pelayanan masyarakat semakin berkualitas.
“Saya berharap seluruh pegawai dan pejabat pemerintah, baik di pusat maupun daerah, dapat bekerja dengan jujur, berintegritas tinggi, dan bebas dari korupsi,” tegasnya.
Ia menilai bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditopang oleh program dan anggaran, tetapi juga karakter aparatur negara.
Menutup pidatonya, Menkes mengajak seluruh elemen masyarakat — pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat umum — untuk menjadikan HKN ke-61 sebagai momentum memperkuat komitmen bersama bagi masa depan kesehatan bangsa.
“Perjalanan menuju Indonesia sehat adalah perjalanan panjang dan penuh harapan. Dengan tekad dan kerja sama, kita akan mewujudkan generasi sehat yang menjadi pondasi Indonesia Emas 2045.”
Upacara HKN ke-61 turut dihadiri pejabat eselon I dan II, organisasi profesi, akademisi, tenaga kesehatan, serta kader kesehatan dari berbagai daerah. Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada tenaga kesehatan berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. (R)
beritaTerkait
komentar