Senin, 06 April 2026

Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Kemenkes atas Keberhasilan Intervensi Penurunan Stunting

EM Bukit MKes - Jumat, 14 November 2025 06:22 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Kemenkes atas Keberhasilan Intervensi Penurunan Stunting
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyerahkan penghargaan intervensi spesifik stunting terbaik kategori Regional I kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno pada Rakornas Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Auditorium Kementerian Kese
Jakarta (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atas prestasinya sebagai provinsi dengan capaian intervensi spesifik stunting terbaik kategori Regional I.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025 yang digelar di Auditorium Kemenkes, Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia 2024, prevalensi stunting di Jawa Tengah tercatat 17,1%, lebih rendah dibanding angka nasional sebesar 19,8%. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dan implementasi program strategis Pemprov Jateng.

Beberapa upaya yang dilakukan antara lain skrining anemia pada remaja putri, pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan (ANC), pemberian tambahan makanan untuk ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta pemantauan pertumbuhan balita. Program ini juga didukung oleh inisiatif dokter spesialis keliling (Speling) untuk menjangkau daerah-daerah terpencil.

Dalam sambutannya, Sumarno menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima dan menekankan pentingnya sinergi semua pihak, mulai dari bupati, wali kota, camat, lurah, hingga kader posyandu, yang menjadi ujung tombak program penurunan stunting.

“Terima kasih kepada semua stakeholder yang telah bekerja sama. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk menekan angka stunting lebih jauh,” ujar Sumarno.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, prevalensi stunting nasional telah berada di angka 19,8% pada 2024. Pemerintah menargetkan penurunan menjadi 14,2% pada 2029 dan 5% pada 2045. Menurutnya, Rakornas menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pemerintah pusat hingga desa dalam penanganan stunting.

Sementara itu, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menekankan bahwa percepatan penurunan stunting adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto, dan mengajak seluruh pihak untuk bekerja secara “keroyokan” demi mencapai target yang telah ditetapkan.

Selain penghargaan kepada Gubernur Jateng, dua penghargaan lain juga diberikan kepada provinsi ini. Kabupaten Banyumas meraih kategori terbaik Regional I untuk Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), sementara Sofia Turrifqi, kader Posyandu Mawar 3 Desa Bekutuk, Kabupaten Blora, mendapat predikat Kader Bidang Kesehatan Berprestasi Terbaik Regional I.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus bersinergi dalam upaya penurunan stunting di Jawa Tengah, sekaligus mendukung pencapaian target nasional. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru