Sabtu, 11 April 2026

Cegah Obesitas dan Diabetes, Upaya Kurangi Beban Penyakit dan Biaya Kesehatan

Kamis, 13 November 2025 06:12 WIB
Cegah Obesitas dan Diabetes, Upaya Kurangi Beban Penyakit dan Biaya Kesehatan
Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono menyampaikan paparan dalam kegiatan Jakarta Diabetes Meeting (JDM) 2025 bertema “Empowering Diabetes Care: Translating Latest Scientific Evidence into Best Clinical Practice” di Hotel Sheraton Gandar
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof Dante Saksono Harbuwono, menekankan pentingnya upaya pencegahan obesitas dan diabetes sebagai langkah strategis untuk menekan beban penyakit tidak menular (PTM) serta pembiayaan kesehatan nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam Jakarta Diabetes Meeting 2025, yang berlangsung di Jakarta, Minggu.

Menurut Prof Dante, prevalensi obesitas dan diabetes di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Saat ini, satu dari empat orang dewasa mengalami obesitas, dan satu dari sepuluh orang menderita diabetes. Jika tren ini terus berlanjut, usia onset diabetes akan semakin muda bahkan bisa bergeser dari usia 50-an menjadi 30-an tahun akibat tingginya angka obesitas,” jelasnya.

Prof Dante menambahkan, obesitas bukan hanya persoalan medis, tetapi juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.

“Pada 2024, pembiayaan untuk penyakit kardiovaskular yang berkaitan dengan obesitas dan diabetes mencapai Rp25 T, dengan beban terbesar berasal dari penyakit jantung dan stroke. Menekan angka obesitas berarti juga menekan beban ekonomi negara,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pencegahan sejak usia dini. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi diabetes pada anak meningkat hingga 15,6% pada 2025.

Menanggapi hal ini, pemerintah memperkuat strategi promotif dan preventif melalui sejumlah program, antara lain Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau lebih dari 51 juta penduduk, edukasi perilaku hidup sehat seperti CERDIK dan GERMAS, serta rencana penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).

“Pencegahan obesitas dan diabetes tidak cukup hanya dengan pengobatan. Perlu perubahan perilaku menyeluruh mulai dari pola makan, aktivitas fisik, manajemen stres, hingga kualitas tidur. Setiap individu juga perlu memiliki individual treatment plan dan melakukan follow-up secara rutin,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Prof Dante mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut ambil peran dalam pengendalian obesitas dan diabetes.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita semua harus menjadi bagian dari solusi. Cegah obesitas hari ini untuk menyelamatkan generasi mendatang dari diabetes dan penyakit kardiovaskular,” tegasnya.

Penyelenggaraan Jakarta Diabetes Meeting 2025 ini juga diharapkan menjadi momentum peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas dalam mengatasi lonjakan prevalensi obesitas dan diabetes. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat
komentar
beritaTerbaru