Boyolali (buseronline.com) - Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Melesat yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Oktavianus.
Program inovatif tersebut dinilai layak diterapkan secara nasional karena terbukti efektif memperluas layanan kesehatan hingga pelosok desa.
“Saya kira ini baru pertama di Indonesia. Suatu kegiatan luar biasa yang sudah dilakukan di 706 desa. Saya ingin belajar agar bisa dilakukan seperti ini di berbagai wilayah,” ujar Wamenkes Benjamin Paulus, saat meninjau kegiatan Speling bersama Gubernur Ahmad Luthfi di Desa Seboto, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Rabu.
Menurut Wamenkes, Speling memiliki keunggulan dibandingkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) karena menghadirkan dokter-dokter spesialis langsung ke tengah masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan dasar, tetapi juga pelayanan medis mendalam oleh tenaga ahli.
“Bila kegiatan ini dilakukan secara masif, kesehatan masyarakat akan cepat tercapai. Speling jauh lebih lengkap dari program cek kesehatan gratis karena melibatkan dokter spesialis,” ungkapnya.
Dalam kunjungannya, Wamenkes meninjau dua lokasi pelaksanaan, yakni di Desa Seboto, Kabupaten Boyolali, dan Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.
Ia menyaksikan langsung keterlibatan dokter spesialis penyakit dalam, anak, kandungan, paru, hingga kejiwaan yang melayani warga dengan penuh antusias.
“Di sini ada dokter ahli kandungan yang melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) hingga enam kali kepada ibu hamil sampai melahirkan,” tambah Benjamin.
Selain memberikan layanan kesehatan langsung, Speling juga menjadi wadah transfer ilmu antara dokter spesialis dan dokter umum dari puskesmas.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mendorong agar setiap kegiatan menjadi kesempatan pembelajaran langsung bagi dokter umum agar lebih tanggap menangani kasus di lapangan.
Benjamin menilai langkah tersebut sebagai inovasi penting yang bisa meningkatkan kapasitas dokter daerah. Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari rumah sakit milik pemerintah daerah, rumah sakit swasta, hingga instansi lain yang turut menggabungkan program kesehatan dengan gerakan pangan murah dan penyaluran bantuan sosial.
“Ini bentuk kolaborasi yang sangat baik. Nanti akan saya sampaikan ke Presiden dan Menteri Kesehatan agar bisa ditiru oleh provinsi lain. Ini lebih dari apa yang kami bayangkan soal cek kesehatan gratis. Semoga apa yang dilakukan Jawa Tengah bisa menjadi program nasional,” jelasnya.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Speling sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, yakni menyediakan layanan kesehatan terbaik dan gratis hingga ke tingkat desa.
Sejak diluncurkan pada Maret 2025, program ini telah menjangkau 706 desa dan melayani hampir 10 juta masyarakat Jawa Tengah, menjadikannya program kesehatan terbesar di Indonesia.
“Saya mengucapkan terima kasih, Pak Wamen yang mewakili Kementerian Kesehatan akan memberikan support kepada kita, sehingga masyarakat sehat dan sejahtera di Jawa Tengah,” ujar Luthfi.
Ia menambahkan, pembangunan masyarakat harus dimulai dari desa, karena di situlah masyarakat seringkali sulit mengakses dokter, apalagi dokter spesialis.
“Kalau seluruh desa sehat, maka kecamatannya sehat. Kalau kecamatannya sehat, kabupatennya sehat, dan kalau kabupatennya sehat, berarti provinsinya sehat. Basisnya tetap dari desa,” jelasnya.
Menurut Luthfi, keberhasilan program Speling bergantung pada kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Ia berharap semua pihak dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan bersama.
“Program Speling harus dikeroyok bareng-bareng, agar output-nya nanti masyarakat terdidik untuk menyehatkan diri sendiri. Sandang, pangan, dan papan itu penting, tapi kalau tidak sehat, semuanya tidak ada artinya. Karena itu, kesehatan menjadi prioritas utama,” tandasnya.
Program Speling Melesat diharapkan menjadi model layanan kesehatan terpadu berbasis desa yang dapat direplikasi secara nasional, sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri, dan berdaya saing. (R)
beritaTerkait
komentar