Jumat, 10 April 2026

Eliminasi Kanker Perempuan: Indonesia Jadi Pemimpin Regional Indo-Pasifik dengan Dukungan 50 Juta USD

Rabu, 05 November 2025 06:12 WIB
Eliminasi Kanker Perempuan: Indonesia Jadi Pemimpin Regional Indo-Pasifik dengan Dukungan 50 Juta USD
Ilustrasi upaya eliminasi kanker pada perempuan melalui peningkatan deteksi dini dan vaksinasi HPV. (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Fasilitas Bantuan Teknis (Technical Assistance Facility/TAF) senilai 50 juta dolar AS resmi diluncurkan untuk mendukung upaya eliminasi kanker pada perempuan di Indonesia.

Program ini merupakan hasil inisiatif kolaboratif antara Women’s Health and Economic Empowerment Network (WHEN) dan Elimination Partnership in the Indo-Pacific for Cervical Cancer (EPICC), yang diumumkan di New York, Amerika Serikat, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-80 beberapa waktu lalu.

Dikutip dari The Lancet Oncology, program ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem kesehatan dan pembiayaan inovatif di bidang eliminasi kanker perempuan, dimulai dari Indonesia sebelum diterapkan di negara-negara lain kawasan Indo-Pasifik.

TAF dikembangkan bersama Pemerintah Indonesia sebagai model kerja sama internasional yang berfokus pada pembiayaan, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat lokal.

Fasilitas ini mencakup dukungan untuk infrastruktur layanan, sistem digital kesehatan, dan produksi lokal vaksin maupun alat diagnostik.

Program ini dirancang agar memiliki efek berganda (multiplier effect) dan dapat direplikasi oleh negara lain di Indo-Pasifik.

Dalam dua tahun pertama, WHEN menargetkan terbentuknya model layanan kanker perempuan yang terintegrasi, mencakup deteksi dini, akses pengobatan, serta penguatan sistem kesehatan daerah.

“Pendekatan ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan konteks lokal melalui kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat sipil, tenaga kesehatan, dan komunitas,” tulis laporan The Lancet Oncology.

Indonesia ditetapkan sebagai negara pertama penerima dan pelaksana program TAF karena dinilai memiliki kapasitas dan komitmen tinggi terhadap eliminasi kanker perempuan, khususnya kanker leher rahim, yang menjadi penyakit kanker terbanyak kedua pada perempuan Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI telah lebih dulu memprioritaskan skrining kanker serviks dan payudara, digitalisasi rekam medis, serta memperkuat rantai pasok vaksinasi HPV dan layanan onkologi di seluruh Indonesia.

Langkah ini menjadi cerminan keberhasilan diplomasi kesehatan Indonesia yang berhasil memobilisasi dukungan global, baik dari lembaga donor internasional maupun organisasi kesehatan dunia seperti WHO.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dinilai berhasil menempatkan Indonesia sebagai negara pemimpin regional dalam upaya eliminasi kanker perempuan.

Ia menegaskan bahwa pendekatan Indonesia bukan sekadar implementasi program, melainkan pembuktian bahwa negara berkembang mampu menjadi pelopor dalam kebijakan kesehatan global.

“Upaya ini menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pemimpin regional yang menetapkan standar implementasi program eliminasi kanker perempuan yang sesuai dengan standar global, inklusif, dan berbasis sistem kesehatan berkelanjutan,” ujar Menkes Budi, Sabtu (4/11/2025).

Lebih lanjut, Menkes Budi menegaskan bahwa eliminasi kanker perempuan bukan sekadar program kesehatan, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan perempuan Indonesia dan kawasan Indo-Pasifik.

“Kita bukan hanya menjalankan program global, tetapi membuktikan bahwa negara berkembang dapat menjadi pelopor,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kesehatan berkomitmen memperkuat sistem pembiayaan berkelanjutan, memperluas akses deteksi dini, serta mempercepat vaksinasi HPV secara nasional.

“Kami akan memastikan program ini berjalan sesuai standar global dan menjadi model bagi negara-negara Indo-Pasifik lainnya,” tutup Menkes.

Dengan dukungan internasional dan pendekatan berbasis bukti, Indonesia kini diakui sebagai pemimpin regional dalam eliminasi kanker perempuan, menandai transformasi besar dari negara penerima bantuan menjadi negara panutan dalam diplomasi kesehatan global. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Momen HUT ke-80 TNI AU, Pesawat Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur
PMI Siap Salurkan Bantuan untuk Warga Iran
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, Perkuat Daya Saing dan Akses Pasar
Pertamina Borong PROPER 2026, Sabet 14 Emas dan 108 Hijau
Jabar Bangun PSEL di Sarimukti dan Kayumanis, Sampah Diolah Jadi Listrik
Bupati Taput Tegaskan Disiplin ASN dan Optimalisasi Aset Daerah
komentar
beritaTerbaru