Selasa, 07 April 2026

Masyarakat Jadi Ujung Tombak dalam Upaya Cegah Stigma dan Penularan HIV/AIDS

EM Bukit MKes - Senin, 03 November 2025 06:26 WIB
Masyarakat Jadi Ujung Tombak dalam Upaya Cegah Stigma dan Penularan HIV/AIDS
Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyampaikan sambutan dalam kegiatan Warga Peduli AIDS (WPA) Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, di Kantor Kelurahan Jamika, Jumat (31/10/2025). (Dok/Diskominfo Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat peran aktif Warga Peduli AIDS (WPA) di tingkat kelurahan sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.

Langkah ini dilakukan agar masyarakat semakin berdaya dan peduli terhadap pentingnya hidup sehat tanpa stigma dan diskriminasi.

Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengatakan, WPA memiliki peran strategis bukan hanya sebagai pelaksana program kesehatan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membangun kesadaran dan empati masyarakat terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Warga Peduli AIDS Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, di Kantor Kelurahan Jamika, Jumat.

“Kader WPA adalah ujung tombak dalam menumbuhkan pemahaman bahwa HIV/AIDS dapat dicegah, dikendalikan, dan dikelola. Setiap orang yang hidup dengan HIV tetap berhak atas martabat, pekerjaan, dan kasih sayang dari lingkungannya,” ujar Erwin.

Ia menambahkan, Pemkot Bandung melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) terus berkomitmen mendukung pencapaian target Triple Zero, yaitu Zero infeksi baru HIV, Zero kematian akibat AIDS, dan Zero stigma diskriminasi.

“Upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, tokoh masyarakat, dan terutama para kader WPA agar pesan pencegahan dan semangat empati benar-benar sampai ke seluruh lapisan warga,” lanjutnya.

Selain penguatan kolaborasi, Pemkot Bandung juga terus memperluas layanan kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui Surat Edaran Pemeriksaan Kesehatan bagi Calon Pengantin (Catin) yang bertujuan untuk mendorong deteksi dini dan pencegahan HIV/AIDS sejak sebelum pernikahan.

Dalam kesempatan itu, Erwin juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi yang efektif dan empatik bagi para kader WPA.

“Keterampilan berbicara dengan empati, mendengarkan dengan hati, dan menyampaikan pesan tanpa menghakimi adalah kunci agar kita bisa menjangkau mereka yang masih takut untuk terbuka,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Bandung tersebut turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya KPA Kota Bandung dan UPTD Puskesmas Sukapakir, atas kerja keras dalam melakukan edukasi, pendampingan, serta pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah.

“Kehadiran kader WPA di berbagai kelurahan merupakan bukti nyata semangat kolaborasi yang menjadi kekuatan dalam menjaga kesehatan publik,” ujarnya.

Menurut Erwin, tantangan terbesar saat ini bukan hanya penyebaran virus HIV, melainkan stigma negatif terhadap ODHIV yang masih melekat di masyarakat.

“Banyak di antara mereka yang memilih menutup diri karena takut dikucilkan, bahkan dari lingkungan terdekatnya. Ini yang harus kita ubah bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Jamika Budiana mengajak seluruh warga untuk aktif bersuara melawan stigma dan mendukung para penyintas HIV/AIDS.

“Suara kita akan menjadi senjata ampuh untuk menciptakan bumi yang lebih indah. Mari bersatu memenangkan pertarungan melawan AIDS,” seru Budiana.

Melalui kegiatan WPA ini, Pemkot Bandung berharap masyarakat semakin memahami bahwa melawan HIV/AIDS bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga.

Kesadaran kolektif, empati, dan dukungan sosial menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kota Bandung bebas stigma dan diskriminasi. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru