Jakarta (buseronline.com) - Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam pelayanan medis dan misi kemanusiaan, baik untuk anggota Polri maupun masyarakat umum.
Hal tersebut disampaikan Kapusdokkes Polri, Irjen Pol Dr dr Asep Hendradiana, dalam talkshow Primetime News Metro TV, Rabu, bertajuk “Pusdokkes Polri: Garda Terdepan Medis dan Kemanusiaan”. Kegiatan tersebut juga menghadirkan Komisioner Kompolnas Irjen Pol (P) Ida Oetari Purnamasasi sebagai narasumber pendamping.
Dalam kesempatan itu, Kapusdokkes Polri menjelaskan bahwa Dokkes Polri telah aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, serta dukungan operasional terhadap berbagai situasi darurat di tanah air.
Peran tersebut terlihat nyata mulai dari penanganan pandemi Covid-19 (2019–2022), layanan kesehatan lapangan melalui Biro Kespol, hingga penanganan korban bencana dan kecelakaan melalui tim Disaster Victim Identification (DVI).
Selain itu, Dokkes Polri juga turut berperan dalam memerangi penyalahgunaan narkotika melalui program Deteksi Dini Narkoba (DDN) yang diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan profesional dalam situasi apapun. Keberhasilan tugas kemanusiaan Polri sangat bergantung pada kepercayaan, partisipasi, dan kolaborasi masyarakat,” ujar Irjen Pol Asep Hendradiana.
Sejalan dengan program prioritas Kapolri di bidang digitalisasi dan inovasi, Pusdokkes Polri terus mengembangkan berbagai platform teknologi kesehatan.
Beberapa inovasi unggulan tersebut meliputi SICOBAR (Sistem Informasi Kesehatan dan Obat Barang), RIKKESLA (Pemeriksaan Kesehatan Lapangan), FOS, SILANIS, e-Rekam Medic, serta website resmi Pusdokkes Polri.
Inovasi digital tersebut memungkinkan anggota Polri dan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dengan lebih mudah, transparan, dan efisien.
“Teknologi menjadi kunci dalam mempercepat pelayanan dan memperluas jangkauan medis, terutama di daerah yang sulit dijangkau,” jelasnya.
Dalam memperkuat kapasitasnya, Pusdokkes Polri juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga strategis, antara lain Kementerian Kesehatan, BNPB, TNI, rumah sakit pemerintah dan swasta, serta lembaga sosial kemanusiaan.
Pada level internasional, personel medis Pusdokkes Polri turut berpartisipasi dalam misi perdamaian dunia melalui Formed Police Unit (FPU) dan Individual Police Officer (IPO) di berbagai wilayah konflik.
Selain itu, mereka juga berperan dalam Operasi Damai Cartenz di Papua, yang menuntut kemampuan medis dan kemanusiaan tinggi di lapangan.
Dengan inovasi berkelanjutan, dukungan teknologi, dan kerja sama lintas sektor, Pusdokkes Polri menegaskan diri sebagai pilar utama Polri dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan.
“Pusdokkes tidak hanya melayani anggota Polri, tetapi juga masyarakat luas. Kami ingin menjadi bagian dari solusi, terutama dalam situasi darurat dan kemanusiaan,” tutur Kapusdokkes.
Kehadiran Pusdokkes Polri di berbagai misi kemanusiaan menjadi bukti nyata peran institusi kepolisian tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pelayan masyarakat di bidang kesehatan. (R)
beritaTerkait
komentar