Sragen (buseronline.com) - Program Kecamatan Berdaya yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti komunitas penyandang disabilitas dan Forum Anak Jawa Tengah.
Program inovatif tersebut menjadikan kecamatan sebagai pusat pengembangan potensi dan kreativitas masyarakat, khususnya perempuan, anak, generasi Zilenial, lansia, penyandang disabilitas, dan pelaku ekonomi kreatif.
Di dalamnya mencakup pembentukan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), penerbitan Kartu Zilenial, pembangunan sport center, serta pengembangan pusat ekonomi kreatif di tingkat kecamatan.
Ketua Forum Disabilitas Masaran, Kabupaten Sragen, Sukardi, menyampaikan apresiasinya terhadap program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah tersebut. Ia menilai, program Kecamatan Berdaya menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kaum difabel.
“Program ini sangat luar biasa, terobosan Pak Gubernur. Selama ini kami masih dianggap seperti pemain cadangan. Kalau di sepak bola, belum masuk skuad inti, kalau dimainkan pun jarang. Tapi sekarang kami merasa benar-benar diperhatikan,” ujar Sukardi saat menghadiri pencanangan Kecamatan Berdaya di Lapangan Sidodadi, Kecamatan Masaran, Sragen, Kamis.
Sukardi juga menuturkan, Forum Disabilitas Masaran selama ini aktif melakukan kegiatan pemberdayaan, seperti pelatihan membuat patung topeng dari limbah kertas dan labu botol. Produk tersebut bahkan telah dipasarkan di Pasar Kawak, Desa Gebang, dan diminati masyarakat luas.
“Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan ini juga membantu teman-teman difabel menjadi lebih mandiri secara finansial. Harapan kami, program Kecamatan Berdaya bisa memperkuat peran disabilitas dalam pembangunan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Forum Anak Jawa Tengah, Prajnaputra Piyakusuma, menilai bahwa program Kecamatan Berdaya sejalan dengan visi dan misi Forum Anak dalam mengembangkan potensi dan kapasitas anak-anak di daerah.
“Forum Anak di tingkat kecamatan bisa diintegrasikan dengan program Kecamatan Berdaya. Kami sudah melakukan berbagai pelatihan, seperti kepemimpinan, public speaking, dan pemenuhan hak-hak anak. Harapannya, anak-anak di seluruh kabupaten/kota bisa lebih percaya diri, menemukan jati diri, dan berkembang lebih baik,” tutur siswa SMK Mikael Surakarta itu.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program Kecamatan Berdaya merupakan upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Semua lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, harus mendapatkan hak dan kesempatan yang sama untuk maju.
“Sasaran utama program ini adalah perempuan dan anak, penyandang disabilitas, generasi Zilenial, lansia, serta pelaku ekonomi kreatif. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi warga yang tertinggal dari pembangunan,” tegasnya.
Luthfi menambahkan, hingga saat ini 150 kecamatan di Jawa Tengah telah ditetapkan sebagai pilot project program Kecamatan Berdaya. Pemprov akan terus melakukan pendampingan agar cakupan program semakin luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui Kecamatan Berdaya, kita ingin memastikan tidak ada lagi perempuan rentan tanpa perlindungan hukum, tidak ada disabilitas yang menganggur karena tidak terampil, dan tidak ada pemuda yang hanya mengandalkan warisan orang tua tanpa didikan keterampilan dari kecamatan,” pungkas Gubernur.
Program Kecamatan Berdaya diharapkan menjadi langkah strategis Pemprov Jawa Tengah dalam menciptakan pemerintahan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. (R)
beritaTerkait
komentar