Selasa, 07 April 2026

Fasilitas Meningkat, Akses Kesehatan Meluas: Capaian Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo

EM Bukit MKes - Minggu, 26 Oktober 2025 06:19 WIB
Fasilitas Meningkat, Akses Kesehatan Meluas: Capaian Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo
Tampak dari udara pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa di Kabupaten Kepulauan Anambas, salah satu proyek kesehatan prioritas pemerintah yang progresnya telah mencapai 73 persen. (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatat kemajuan signifikan di sektor kesehatan. Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas di daerah sekaligus memperluas akses layanan kesehatan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win, berbagai terobosan strategis berhasil dijalankan. Program ini mencakup Cek Kesehatan Gratis (CKG), pengendalian Tuberkulosis (TBC), hingga pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

Dalam waktu kurang dari setahun, akses masyarakat terhadap layanan dasar meningkat pesat, sementara kesadaran akan pentingnya kesehatan juga semakin tinggi.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap pelayanan publik yang inklusif. Hingga 20 Oktober 2025, tercatat lebih dari 46,9 juta orang mendaftar, dan 43,9 juta orang telah mendapatkan layanan pemeriksaan.

Kegiatan ini dilakukan di 10 ribu puskesmas dan 125 ribu sekolah, mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, anemia, dan status gizi. Data yang diperoleh menjadi dasar penting bagi perencanaan kebijakan kesehatan nasional dan daerah.

Hasil CKG menunjukkan obesitas sentral, diabetes, dan hipertensi sebagai tiga masalah kesehatan terbanyak. Warga dengan lingkar perut berlebih berisiko dua kali lebih tinggi menderita penyakit kronis seperti stroke dan jantung. Selain itu, masalah kesehatan gigi juga banyak ditemukan pada peserta.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat.

“Kami melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Program Cek Kesehatan Gratis bukan hanya soal pemeriksaan, tapi juga membangun budaya peduli kesehatan di semua lapisan masyarakat,” ujar Aji.

Pemerintah juga mencatat kemajuan signifikan dalam pengendalian TBC. Berdasarkan data Sistem Informasi TBC (SITB) per 5 Oktober 2025, penemuan kasus mencapai 621 ribu orang atau 57% dari estimasi nasional, dan lebih dari 562 ribu pasien (90%) telah menjalani pengobatan.

Program Terapi Pencegahan TBC (TPT) meningkat pesat dengan 143.284 orang telah menjalani terapi hingga September 2025, naik signifikan dari 79.008 orang pada tahun sebelumnya.

Lebih dari 7.000 puskesmas kini menerapkan sistem pemantauan digital untuk memperkuat deteksi dini dan pengawasan pengobatan. Pemerintah juga menerapkan strategi door-to-door screening di daerah padat penduduk dan wilayah terpencil.

Di sektor infrastruktur kesehatan, pemerintah mempercepat pembangunan dan peningkatan kelas RSUD agar layanan rujukan tersedia merata di seluruh Indonesia.

Rumah sakit kelas D dan D Pratama ditingkatkan ke kelas C melalui penambahan fasilitas seperti ruang operasi, rawat inap, cathlab, hemodialisa, radiologi, farmasi, dan unit pendukung lainnya.

Pemerintah menargetkan pembangunan RSUD di 66 kabupaten/kota, dengan 32 rumah sakit dimulai pada 2025. Hingga awal Oktober, 22 rumah sakit telah memasuki tahap konstruksi dengan progres rata-rata di atas 50%.

Beberapa proyek yang menunjukkan perkembangan tercepat antara lain RSUD Tarempa di Kepulauan Anambas (progres 73%), RSUD Bengkulu Tengah, RSUD Pongtiku (Toraja Utara), dan RSUD Maba (Halmahera Timur).

“Tidak boleh ada warga yang tertinggal hanya karena tinggal jauh dari pusat kota. Pemerintah memastikan fasilitas kesehatan di daerah tertinggal dibangun setara dengan wilayah lain,” tegas Aji.

Langkah pemerintah di tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan arah baru sektor kesehatan nasional. Pemerintah menegaskan komitmen menghadirkan hasil konkret yang langsung dirasakan masyarakat.

Dengan fondasi yang semakin kuat, sektor kesehatan ditargetkan menjadi salah satu pilar utama menuju Indonesia Sehat 2045, bangsa yang sehat, tangguh, dan berdaya saing global. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru