Kudus (buseronline.com) - Ribuan santri di Kabupaten Kudus berduyun-duyun memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Kudus, Rabu.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, mengatakan bahwa program Speling kali ini secara khusus menyasar para santri di pondok pesantren.
Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, terutama para santri yang menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Hari Santri Nasional memang dipusatkan di Kudus. Maka momentum ini kami manfaatkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus menjalankan Speling di seluruh pondok di Jawa Tengah,” ujar Yunita di sela kegiatan yang berlangsung di Pendapa Pemkab Kudus.
Yunita menjelaskan, kegiatan Speling untuk santri sudah dimulai sejak 15 Oktober 2025, dan dilaksanakan secara bertahap di 5.419 pondok pesantren yang tersebar di seluruh Jawa Tengah.
Fokus utama layanan kesehatan kali ini adalah penanganan dan pencegahan penyakit Tuberkulosis (TBC), yang masih menjadi penyakit menular dengan angka kasus cukup tinggi di provinsi tersebut.
“Di Jawa Tengah ditargetkan penemuan 107 ribu kasus TBC. Saat ini sudah ditemukan sekitar 69 ribu kasus atau 65 persen dari target. Kalau sudah ditemukan, harapannya bisa segera diobati hingga sembuh. Karena penyakit menular harus ditemukan lebih dulu, baru dilakukan tracing kepada kontak eratnya,” jelas Yunita.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Dinas Kesehatan Provinsi bekerja sama dengan seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Sebanyak 881 tenaga medis dari puskesmas dan 364 tenaga kesehatan dari rumah sakit dilibatkan dalam program Speling ini.
“Semua tenaga medis kami turunkan, tetapi jadwal kunjungan disesuaikan dengan kegiatan pondok. Misalnya di Ponpes Al-Anwar Rembang, jadwal pemeriksaan dilakukan saat para santri tidak sedang mengikuti pelajaran,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang turut meninjau langsung pelaksanaan Speling di Kudus menegaskan bahwa layanan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam memastikan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para santri.
“Di Jawa Tengah ada 5.419 pesantren, dan sampai bulan Desember nanti Speling akan kita terjunkan ke semuanya. Saya tidak ingin santri-santri kita tidak terlayani oleh dokter spesialis,” tegas Luthfi.
Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan meliputi deteksi dini TBC dan penyakit menular lainnya. Pemerintah juga mendorong tindak lanjut berupa pengobatan serta pemantauan kesehatan hingga tuntas.
“Kalau satu santri terindikasi TBC, maka santri lain yang berkontak erat juga harus diperiksa. Tujuannya agar pesantren menjadi lingkungan yang sehat, sehingga para santri bisa tumbuh menjadi generasi kreatif dan produktif,” ungkapnya.
Salah seorang santri, Masna Luthfa Khafidhiya Rizqi, mengaku bersyukur bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dalam program tersebut.
“Tadi saya konsultasi kesehatan karena tangan sering basah, terus diperiksa dan diberi rujukan. Senang sekali bisa ikut kegiatan ini,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Program Speling gratis ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesehatan santri, serta mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka penyakit menular di Jawa Tengah. (R)
beritaTerkait
komentar