Selasa, 07 April 2026

Perkuat Program Penanganan, Nawal Yasin Tekankan Peran PKK Turunkan Stunting dan AKI/AKB

EM Bukit MKes - Kamis, 23 Oktober 2025 10:07 WIB
Perkuat Program Penanganan, Nawal Yasin Tekankan Peran PKK Turunkan Stunting dan AKI/AKB
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, memberikan arahan kepada para kader PKK dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas TP PKK Kabupaten Rembang di Harris Hotel Sentraland Semarang, Selasa (21/10/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendorong seluruh kader PKK agar semakin aktif memperkuat pelaksanaan program penanganan stunting serta angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan Nawal saat memberikan arahan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas TP PKK Kabupaten Rembang, yang berlangsung di Harris Hotel Sentraland Semarang, Selasa.

Menurut Nawal, keberhasilan penurunan angka stunting dan AKI/AKB tidak terlepas dari kerja keras seluruh kader PKK di lapangan. Karena itu, ia meminta agar semangat dan kolaborasi lintas sektor terus dijaga, terutama dalam memastikan kesejahteraan keluarga dan kesehatan masyarakat.

“Peran kader PKK sangat penting karena program PKK bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kita harus bersama-sama memperkuat upaya menekan angka stunting dan kematian ibu dan bayi,” ujar Nawal.

Berdasarkan laporan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Jawa Tengah tahun 2024 tercatat sebesar 17,1 persen, turun dari 20,7 persen pada tahun 2023.

Sementara menurut data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, hingga Agustus 2025 angka kematian ibu dan bayi mencapai 270 jiwa, menurun dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 427 jiwa.

Nawal menargetkan, pada akhir 2025 prevalensi stunting di Jawa Tengah dapat ditekan hingga 14 persen. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya terus mendorong penguatan berbagai program strategis PKK di seluruh kabupaten dan kota.

Salah satu program yang kembali digencarkan adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), kader PKK mengajak masyarakat bergotong royong membantu keluarga berisiko stunting.

“PKK terus melakukan pendekatan agar program Genting ini masif di Jawa Tengah. Gerakan ini menjadi bentuk kepedulian bersama dalam mencegah stunting di tingkat keluarga,” jelasnya.

Selain itu, untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi, TP PKK Jateng juga memperkuat program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil) dan menyempurnakan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng.

Melalui program ini, kader PKK berperan aktif memantau kondisi ibu dari fase pra-hamil, hamil, persalinan, hingga nifas, serta memastikan pemeriksaan rutin dilakukan sesuai jadwal.

“Kader PKK memantau langsung perkembangan ibu hamil, mendorong agar mereka mau memeriksakan diri secara rutin hingga melahirkan. Semua itu demi keselamatan ibu dan bayi,” ujar Nawal, yang juga istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Selain memperkuat peran kader, Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin juga menggencarkan deteksi dini kesehatan melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling).

Layanan ini, kata Nawal, dapat dimanfaatkan oleh ibu hamil untuk memperoleh pemeriksaan kandungan dan USG secara gratis, yang dilakukan langsung oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

“Lewat Speling, ibu-ibu hamil bisa diperiksa dan dipantau kesehatannya secara gratis. Ini penting agar kita bisa mendeteksi dini masalah kehamilan dan menjaga keselamatan ibu serta bayinya,” tandas Nawal.

Dengan berbagai upaya tersebut, TP PKK Jawa Tengah optimistis dapat mewujudkan keluarga sehat, tangguh, dan bebas stunting, sekaligus menurunkan angka kematian ibu dan bayi di seluruh wilayah provinsi. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru