Senin, 06 April 2026

Makan Bergizi Gratis Jateng Sentuh 5,7 Juta Penerima, Bukti Komitmen Pemerintah Tingkatkan Gizi Masyarakat

EM Bukit MKes - Senin, 20 Oktober 2025 10:07 WIB
Makan Bergizi Gratis Jateng Sentuh 5,7 Juta Penerima, Bukti Komitmen Pemerintah Tingkatkan Gizi Masyarakat
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menandatangani prasasti peresmian Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polrestabes Semarang, didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Jumat (17/10/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 16 Oktober 2025, program ini telah menjangkau 5.750.525 penerima manfaat, yang terdiri atas siswa TK hingga SMA/SMK, santri pondok pesantren, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Selain itu, terdapat 1.836 unit Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah yang sudah beroperasi. Unit tersebut terdiri atas SPPG Mitra, SPPG Polri, SPPG TNI, dan SPPG Ponpes.

Pada Jumat, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan SPPG Polrestabes Semarang di kompleks Asrama Polisi Gedawang, Banyumanik, Kota Semarang.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga meluncurkan operasional 35 unit SPPG baru serta melakukan groundbreaking 27 unit SPPG tambahan. Dengan demikian, total SPPG Polri yang telah beroperasi di Jawa Tengah mencapai 100 unit.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa SPPG yang dibangun di wilayah Jawa Tengah diharapkan dapat memberikan manfaat kepada sekitar 400 ribu penerima manfaat serta membuka lapangan kerja bagi 5.000 orang.

“Saat ini kami terus melakukan pembangunan. Kita sudah masuk ke 672 SPPG dan terus akan kita laksanakan untuk bisa mencapai target lebih dari 1.000 SPPG di seluruh Indonesia,” ujar Kapolri.

Kapolri juga menekankan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat di seluruh SPPG Polri, terutama terkait higienitas dan kualitas makanan. Ia meminta agar setiap personel mengawal proses distribusi hingga pascamakan, serta memastikan pemantauan harian terhadap kualitas pangan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program MBG merupakan program strategis pemerintah pusat yang harus didukung penuh oleh pemerintah daerah.

“Karena itu, akselerasi di Jawa Tengah terus kita lakukan. Mulai dari pembentukan Satgas MBG untuk mempercepat pembangunan SPPG, sampai membuat posko aduan di kabupaten/kota yang beroperasi 24 jam,” jelas Luthfi.

Ia menambahkan, pengawasan keamanan pangan juga dilakukan secara ketat di setiap SPPG di wilayah Jawa Tengah. Pemerintah daerah kini tengah mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) bagi seluruh SPPG.

“Ini sudah kita sosialisasikan, dan kita masifkan di seluruh kabupaten/kota,” ujar Luthfi menegaskan.

Dengan terus bertambahnya jumlah penerima manfaat dan fasilitas SPPG, Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Tengah diharapkan mampu mendukung peningkatan kesehatan, gizi, dan produktivitas masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru