Semarang (buseronline.com) - Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit menular, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah terus menggaungkan gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) kepada masyarakat luas.
Kali ini, kampanye dilakukan di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Kamis, bertepatan dengan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia 2025.
Ketua Bidang IV TP PKK Jateng, Lucia Tri Harso, mengatakan kegiatan bertema “Be a Handwashing Hero” ini mengajak sebanyak 353 santri untuk menjadi pahlawan cuci tangan di lingkungan masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran santri tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari berbagai penyakit,” ujar Lucia.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya berisi edukasi teori, tetapi juga praktik langsung mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air bersih.
“Diharapkan dari kebiasaan sederhana ini dapat tumbuh budaya hidup sehat sejak dini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin, dalam sambutannya yang dibacakan Ketua TP PKK Kota Semarang Lies Iswar Aminuddin, menekankan pentingnya membiasakan mencuci tangan untuk menekan risiko penyakit menular hingga 60 persen.
“Banyak penyakit seperti diare dan flu dapat dicegah dengan mencuci tangan yang benar. Karena itu, budaya ini harus terus disosialisasikan,” kata Lies.
Menurut Lies, gerakan CTPS merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan fasilitas cuci tangan di setiap lingkungan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan, sebanyak 80,15 persen rumah tangga di Indonesia sudah memiliki fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air, sedangkan di Jawa Tengah mencapai 86 persen.
Lingkungan pendidikan, kata Lies, menjadi sasaran utama kampanye karena merupakan tempat berkumpulnya anak-anak yang rentan terhadap penyakit.
“Sekolah dan pesantren adalah tempat ideal untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini,” jelasnya.
Selain edukasi kesehatan, TP PKK Jateng juga menggandeng sejumlah pihak dalam kegiatan sosial. Baznas Jateng menyerahkan 353 sarung dan mukena serta memberikan pelatihan budidaya jamur tiram bagi santri madrasah aliyah (MA) yang dijadwalkan awal November 2025.
Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyalurkan 150 paket alat tulis, Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) memberikan 100 eksemplar buku bacaan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) membuka layanan Kartu Identitas Anak (KIA).
Tak hanya itu, turut hadir layanan Spesialis Dokter Keliling (Speling) dari RSUD Kota Semarang sebagai bentuk dukungan terhadap program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menanamkan kebiasaan mencuci tangan pada waktu-waktu kritis untuk mencegah penyebaran kuman dan penyakit. Mari biasakan CTPS sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” pungkas Lies. (R)
beritaTerkait
komentar