Jumat, 10 April 2026

Pertama Kali Sejak Indonesia Merdeka, Maluku Sukses Gelar Operasi Bypass Jantung

Senin, 06 Oktober 2025 07:20 WIB
Pertama Kali Sejak Indonesia Merdeka, Maluku Sukses Gelar Operasi Bypass Jantung
Tim dokter RSUP Dr Johannes Leimena Ambon melakukan operasi bypass jantung pertama di Maluku, yang menjadi sejarah baru layanan kesehatan di Indonesia Timur, Jumat (3/10/2025). (Dok/Kemenkes)
Ambon (buseronline.com) - Provinsi Maluku mencetak sejarah baru dalam dunia kesehatan dengan keberhasilan melakukan operasi bypass jantung pertama sejak Indonesia merdeka. Operasi tersebut dilaksanakan di RSUP Dr Johannes Leimena Ambon, dan menjadi tonggak penting kemajuan layanan kesehatan jantung di kawasan Indonesia Timur.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang hadir langsung di Ambon menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim medis, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan lompatan besar dalam pemerataan layanan kesehatan di Tanah Air.

“Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, Maluku akhirnya bisa melakukan operasi bypass jantung pertama. Ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi tentang penyelamatan nyawa dan keadilan layanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Menkes Budi dalam konferensi pers di RSUP Dr Johannes Leimena, Jumat.

Selama ini, pasien penyakit jantung di wilayah timur Indonesia sering menghadapi kendala besar. Banyak pasien yang harus dirujuk ke Surabaya atau Makassar, menempuh perjalanan panjang dengan biaya tinggi, bahkan berisiko terlambat mendapat penanganan.

Salah satu pasien, berinisial G, disebut harus menunggu antrean hingga nomor 289 untuk tindakan pemasangan ring di Surabaya melalui BPJS.

“Ini nyata terjadi, dan inilah yang ingin kami ubah,” tegas Menkes Budi.

Pemerintah kini tengah mengembangkan sistem layanan jantung nasional yang terintegrasi dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit provinsi. Operasi bypass di Ambon menjadi bagian penting dari inisiatif tersebut.

Menkes menargetkan, seluruh 34 provinsi di Indonesia mampu melakukan minimal dua prosedur bedah utama, yakni operasi bypass dan bedah katup jantung. Hingga kini, sudah 28 provinsi memiliki kemampuan tersebut, dan Maluku kini resmi bergabung dalam daftar itu.

Selain itu, Menkes juga mendorong pemerintah daerah agar memastikan ketersediaan tenaga dokter spesialis jantung tetap bertugas di daerah dan tidak berpindah ke kota besar.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan hadirnya negara dalam memperkuat layanan kesehatan di daerah.

“Ini menunjukkan komitmen dan kehadiran negara dalam memperkuat pembangunan kesehatan, serta membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan jantung tanpa harus dirujuk ke luar Maluku,” ujar Hendrik.

Hendrik menegaskan, RSUP Dr Johannes Leimena sebagai rumah sakit rujukan utama di kawasan timur Indonesia memiliki peran strategis. Ke depan, Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen memperluas layanan serupa ke rumah sakit di kabupaten/kota, mengingat tantangan geografis wilayah kepulauan.

“Pemerintah provinsi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dari sisi SDM, infrastruktur, hingga alat kesehatan,” tambahnya.

Dengan keberhasilan ini, Maluku resmi menorehkan sejarah baru dalam dunia kesehatan nasional, sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat Indonesia Timur untuk mendapatkan pelayanan medis jantung yang lebih cepat dan merata. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pelaksanaan TKA SMP di Banten Lancar, Wamendikdasmen Apresiasi Sekolah
1,8 Juta Lebih Siswa Ikuti Hari Pertama TKA SMP, Pelaksanaan Berjalan Lancar
TKA SMP/MTs Digelar, Siswa SMPLB Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
komentar
beritaTerbaru