Bogor (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berjalan. Program yang dimulai sejak awal 2025 ini telah menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat, meski masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaannya.
“Anak-anak kita harus cukup makan, maka Makan Bergizi Gratis berjalan terus. Alhamdulillah hari ini sudah hampir mencapai 30 juta penerima manfaat,” kata Prabowo saat meninjau pelaksanaan MBG di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Senin.
Presiden mengakui masih terdapat kekurangan, termasuk insiden keracunan makanan di beberapa daerah. Untuk itu, ia menegaskan pemerintah akan membenahi proses memasak hingga distribusi makanan agar aman dan diterima dengan baik oleh anak-anak.
“Kita kerja keras sekarang. Semua dapur nanti harus dilengkapi alat-alat cuci ompreng yang kuat dengan ultraviolet atau gas, air yang sangat panas, filter untuk air harus ada, dan test kit sebelum dikirim makanan juga harus tersedia. Semua dapur harus ada tukang masak terlatih,” ujarnya.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah bekerja keras melaksanakan program MBG. Menurut Presiden, penyimpangan yang terjadi sangat kecil.
“Dari segi statistik, penyimpangan atau kekurangan tidak disengaja, deviasinya ternyata hanya 0,000017%,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden menekankan keselamatan anak sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan MBG. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) usai rapat koordinasi di Kementerian Kesehatan, Minggu (28/9/2025).
“Kemarin, Bapak Presiden setibanya di Tanah Air langsung memimpin rapat dengan beberapa menteri mengenai MBG. Beliau menekankan bahwa keselamatan anak adalah prioritas utama. Insiden yang terjadi di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bukan sekadar angka, tetapi menyangkut keselamatan generasi penerus,” ujar Zulhas.
Langkah perbaikan yang ditempuh meliputi penutupan sementara SPPG bermasalah, evaluasi kedisiplinan juru masak, sterilisasi peralatan, perbaikan sanitasi, kualitas air, dan alur limbah.
Zulhas menambahkan, semua kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan MBG harus aktif mengawasi pelaksanaan program. “Tidak menunggu, tapi aktif melakukan pengawasan,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Presiden Prabowo memastikan bahwa MBG tetap berjalan secara aman dan optimal, serta memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar