Jumat, 10 April 2026

Wamenkes Tekankan Pentingnya Peran ASN sebagai Diplomat Kesehatan di Kancah Dunia

Sabtu, 20 September 2025 07:26 WIB
Wamenkes Tekankan Pentingnya Peran ASN sebagai Diplomat Kesehatan di Kancah Dunia
Suasana pembukaan Pelatihan Diplomasi Kesehatan Global Batch 2 yang dibuka oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Rabu (17/9/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dante Saksono Harbuwono, mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Kesehatan untuk mengambil peran lebih besar dalam diplomasi kesehatan global. Hal itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Diplomasi Kesehatan Global Batch 2 di Jakarta, Rabu.

Dalam sambutannya, Prof Dante menegaskan bahwa diplomasi kesehatan tidak hanya menjadi ranah menteri atau duta besar, tetapi juga ASN yang kerap mewakili Indonesia di berbagai forum internasional.

“Diplomasi bukan semata-mata tugas Menteri atau Duta Besar. Rekan-rekan ASN Kementerian Kesehatan juga merupakan diplomat kesehatan Indonesia. Anda mewakili bangsa ini dalam setiap presentasi, diskusi, dan kolaborasi lintas negara,” ujarnya.

Menurut Wamenkes, strategi diplomasi kesehatan Indonesia berfokus pada tiga poros utama, yaitu geopolitik, bisnis dan investasi, serta kolaborasi antarindividu (person-to-person collaboration). Hal itu diwujudkan melalui peningkatan representasi di organisasi global, penguatan jejaring dengan mitra internasional, serta memperluas kerja sama riset dan pengiriman tenaga kesehatan ke luar negeri.

Saat ini Indonesia telah memiliki 30 MoU government to government yang aktif, 8 MoU dalam tahap penjajakan, serta menduduki posisi penting di dewan kesehatan internasional seperti Gavi, Global Fund, Stop TB Partnership, dan CEPI. Indonesia juga menunjukkan solidaritas global dengan komitmen pendanaan lebih dari USD 70 juta melalui WHO Investment Round, Gavi, Global Fund, dan CEPI.

“Dalam pelatihan ini, kita akan belajar menyusun position paper, menyampaikan intervention statement, berbicara percaya diri di forum multilateral, dan membangun konsensus melalui diplomasi. Semua keterampilan ini akan membuat kita lebih siap berperan aktif dalam tata kelola kesehatan global,” tambah Dante.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, WHO, Kedutaan Besar Australia, PROSPERA, serta mitra internasional lainnya yang turut mendukung pelatihan ini.

Perwakilan Duta Besar Swedia, Daniel Blockert, menyambut baik inisiatif Kementerian Kesehatan. Menurutnya, isu kesehatan kini bersifat lintas batas sehingga membutuhkan kolaborasi internasional.

“Saya berharap dapat berbagi pengalaman tentang apa yang telah dilakukan Swedia, sehingga dapat memperkaya perspektif dan praktik diplomasi kesehatan di Indonesia,” ungkapnya.

Pelatihan Diplomasi Kesehatan Global Batch 2 akan berlangsung selama dua hari. Para peserta mendapatkan pembelajaran praktis, mulai dari simulasi penyusunan position paper, penyampaian intervention statement, hingga keterampilan membangun konsensus dalam forum multilateral.

Dengan pelatihan ini, diharapkan ASN Kementerian Kesehatan dapat tampil sebagai diplomat kesehatan Indonesia yang berani, cerdas, dan mampu membawa kepentingan nasional ke panggung global. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pelaksanaan TKA SMP di Banten Lancar, Wamendikdasmen Apresiasi Sekolah
1,8 Juta Lebih Siswa Ikuti Hari Pertama TKA SMP, Pelaksanaan Berjalan Lancar
TKA SMP/MTs Digelar, Siswa SMPLB Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
komentar
beritaTerbaru