Sabtu, 23 Mei 2026

RS Paru Salatiga Nyatakan 14 Pasien TBC Resisten Obat Telah Sembuh

Kamis, 18 September 2025 10:07 WIB
RS Paru Salatiga Nyatakan 14 Pasien TBC Resisten Obat Telah Sembuh
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Wali Kota Salatiga Robby Hernawan berfoto dengan 14 pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) yang menerima sertifikat sembuh di RS Paru dr Ario Wirawan, Salatiga, Sabtu (13/9/2025). (Dok/Kemenkes)
Salatiga (buseronline.com) - Sebanyak 14 pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) dinyatakan sembuh dan menerima sertifikat kesembuhan dari RS Paru dr Ario Wirawan (RSPAW) Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu.

Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, serta menjadi tonggak penting dalam upaya pengendalian penyakit menular paling mematikan di Indonesia.

Menkes Budi menegaskan, TBC masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
“Setiap tahun ada 1.080.000 kasus TBC baru di Indonesia, dan 134.000 orang meninggal. Artinya, setiap lima menit, dua orang meninggal karena TBC,” ungkap Budi.

Menurutnya, pemerintah kini telah menerapkan skema pengobatan baru dengan terapi singkat sesuai rekomendasi WHO, yaitu regimen Bipal atau Bipal-M.

“Setelah dua sampai tiga minggu minum obat, pasien sudah tidak menularkan lagi. Namun kuncinya, jangan berhenti minum obat agar tidak menjadi resisten,” tegasnya.

Direktur RSPAW, dr Tarsisius Glory, menjelaskan bahwa layanan terapi TBC RO di rumah sakit tersebut terus berkembang sejak 2023.

“Kami mengundang 14 orang yang telah dinyatakan sembuh dari TB RO. Mereka berusia 21 sampai 70 tahun, menjalani terapi pendek Bipal maupun Bipal-M sesuai panduan WHO,” ujarnya.

Kehadiran para pasien sembuh disambut meriah sebagai simbol harapan bahwa TBC dapat dikendalikan. Selain menangani TBC, RSPAW juga menjadi rujukan pasien kanker.

Data menunjukkan, sepanjang Januari–Agustus 2025 terdapat 2.781 kunjungan kemoterapi, meningkat signifikan dibandingkan 797 kunjungan pada 2023 dan 2.089 kunjungan pada 2024. Namun, keterbatasan fasilitas radioterapi masih membuat sebagian pasien harus dirujuk ke luar daerah.

Lebih lanjut, RSPAW juga berperan sebagai rumah sakit pengampu regional respirasi dan paru. Rumah sakit ini membina 14 rumah sakit di Jawa Tengah serta 9 rumah sakit di Kalimantan Timur.

“Kami melakukan visitasi, diskusi kasus sulit, pelatihan, hingga mentoring harian melalui platform daring,” tambah Tarsisius.

Keberhasilan 14 pasien sembuh ini diharapkan menjadi motivasi sekaligus bukti nyata bahwa pengobatan TBC, termasuk TBC RO, dapat berhasil bila dijalani dengan disiplin. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
WHO
beritaTerkait
Wakil Bupati Taput Buka Rapat Pemaparan Rencana Aksi OPD 2026-2029
Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Logistik dan Target Zero ODOL 2027 di Munas Aptrindo
Rakernis Densus 88 Bahas Ancaman Terorisme Digital, Tekankan Pencegahan dan Literasi Masyarakat
Pemko Medan Serahkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Driver Ojol
Pemprov Jateng Rampungkan Kurikulum Perkoperasian untuk SD hingga SMA, Siap Diterapkan Tahun Ajaran 2026/2027
Kasus LSD dan PMK di Temanggung Terkendali, Peternak Diminta Waspada Jelang Idul Adha
komentar
beritaTerbaru