Semarang (buseronline.com) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi menjadi sentra layanan kesehatan di Jawa. Pernyataan itu disampaikan pada acara puncak Seabad RSUP Dr Kariadi, Sabtu, di Semarang.
“Saya berharap Rumah Sakit Kariadi bisa menjadi pusat pelayanan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Semua orang yang sakit bisa sembuh di Kariadi. Untuk itu, layanan yang diberikan harus paripurna dan paling canggih,” ujar Menkes Budi.
Salah satu inovasi yang mendapat apresiasi adalah layanan transplantasi sumsum tulang belakang (bone marrow transplant) bagi pasien kanker darah, termasuk multiple myeloma, lymphoma, dan leukemia. Menkes Budi menyebut ini sebagai terapi paling paripurna untuk kanker darah.
“Ini terapi paling paripurna untuk kanker darah. Kariadi sudah bisa melakukan itu,” tambahnya.
Menkes Budi menegaskan Indonesia tidak boleh kalah dari negara tetangga. Setiap tahun, ratusan pasien memilih berobat ke luar negeri dengan biaya miliaran rupiah, termasuk untuk bone marrow transplant.
“Kalau keterampilan dokter kita meningkat dan reputasi rumah sakit bagus, orang akan percaya dan memilih berobat di Indonesia,” katanya.
Selain itu, Menkes juga menekankan pentingnya inovasi pembiayaan di rumah sakit. “Kalau ada dua pasien yang mampu, itu bisa mensubsidi lima sampai enam pasien kurang mampu. Jadi dana harus dipakai untuk menyelamatkan nyawa, bukan disimpan di deposito,” jelasnya.
Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, dr Agus Akhmadi MKes, menekankan bahwa usia seabad bukan sekadar angka, melainkan perjalanan pengabdian. Dari rumah sakit kecil di masa kolonial, kini Kariadi tumbuh menjadi rumah sakit vertikal kelas A, pusat pendidikan nasional, rumah sakit pendidikan utama, dan pengampu layanan kesehatan masyarakat di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Dalam kesempatan itu, Agus memperkenalkan Kariadi Now sebagai simbol kesiapan rumah sakit memasuki abad baru. “Kami bertekad menjadikan RS Kariadi sebagai rumah sakit harapan masyarakat, pusat ilmu pengetahuan, dan mercusuar kesehatan bangsa,” ungkapnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut memberikan apresiasi dan menekankan pentingnya layanan kesehatan yang menjangkau hingga desa-desa. “Pelayanan kesehatan sejatinya harus dirasakan masyarakat desa yang sangat membutuhkan. Tidak boleh ada diskriminasi, termasuk bagi disabilitas, lansia, maupun kelompok rentan lainnya,” tegasnya. (R)
beritaTerkait
komentar