Selasa, 07 April 2026

Bupati Garut Minta Reaktivasi BPJS PBI Dipercepat, Prioritaskan Warga Sakit Kronis

EM Bukit MKes - Sabtu, 13 September 2025 12:30 WIB
Bupati Garut Minta Reaktivasi BPJS PBI Dipercepat, Prioritaskan Warga Sakit Kronis
Bupati Garut memimpin rapat koordinasi percepatan reaktivasi kepesertaan BPJS PBI secara daring bersama camat, kepala desa, kepala puskesmas, dan pendamping PKH di Command Centre Garut, Kamis (11/9/2025). (Dok/Diskominfo Garut)
Garut (buseronline.com) - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menginstruksikan percepatan reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi warga miskin. Langkah ini difokuskan terutama untuk masyarakat yang sedang menjalani perawatan atau mengidap penyakit kronis agar tidak kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.

Instruksi tersebut disampaikan Bupati saat memimpin rapat koordinasi (rakor) secara daring bersama camat, kepala desa, kepala puskesmas, dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Garut. Rakor berlangsung di Command Centre Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kamis.

Menurut Bupati, rakor ini merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat yang membuka ruang bagi daerah untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS PBI warga yang sebelumnya dinonaktifkan.

“Ketika mereka masuk ke puskesmas, tidak mendapatkan layanan seperti ketika menjadi peserta BPJS. Padahal banyak di antaranya masih layak menerima bantuan,” ujar Abdusy Syakur.

Ia menjelaskan, sebelumnya pemerintah pusat melakukan verifikasi data kepesertaan PBI dengan menggunakan 39 indikator. Dari hasil verifikasi itu, sekitar 201 ribu warga Garut dinyatakan tidak lagi berhak menerima bantuan. Namun, menurut Pemkab Garut, sebagian dari mereka sebenarnya masih layak tercatat sebagai peserta.

Atas keberatan yang disampaikan Pemkab, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) memberikan peluang untuk melakukan reaktivasi. Saat ini, sebanyak 4.900 peserta BPJS PBI di Garut diprioritaskan untuk diaktifkan kembali.

“Peserta yang sangat membutuhkan, misalnya sedang menjalani perawatan atau mengidap penyakit kronis, harus segera mendapat layanan kesehatan,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawal proses reaktivasi ini hingga masyarakat penerima manfaat benar-benar mendapatkan haknya. Selain itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya program jaminan kesehatan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru