Selasa, 07 April 2026

Reformasi Pendidikan Dokter Spesialis, Menkes Libatkan ACGME-I

EM Bukit MKes - Rabu, 03 September 2025 12:09 WIB
Reformasi Pendidikan Dokter Spesialis, Menkes Libatkan ACGME-I
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan saat membuka The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) 2025 di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan mempercepat reformasi pendidikan dokter spesialis dengan menjalin kerja sama internasional, termasuk dengan Accreditation Council for Graduate Medical Education International (ACGME-I), SingHealth, dan Joint Committee on Specialist Training (JCST).

Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas rumah sakit pendidikan dari 26 sentra saat ini menjadi 300–500 sentra dalam beberapa tahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat membuka The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) 2025, Rabu, di Hotel Raffles Jakarta.

Menurut Budi, reformasi ini terinspirasi dari praktik terbaik di berbagai negara. Amerika Serikat memiliki sekitar 900 rumah sakit pendidikan, Inggris 600, sementara Korea Selatan dan Singapura terbukti efektif meningkatkan produksi dokter spesialis.

“Korea itu penduduknya seperenam dari kita, tapi produksi dokter spesialisnya lebih besar dari Indonesia. Inggris dengan 68 juta penduduk, seperlima dari kita, mampu menghasilkan 48 ribu dokter spesialis per tahun. Amerika bahkan punya 900 center,” ujar Budi.

Kerja sama dengan ACGME-I bertujuan agar pendidikan dokter spesialis di Indonesia setara standar internasional. Selain menambah jumlah sentra pendidikan, pemerintah juga menekankan kualitas pendidikan yang transparan, bebas diskriminasi, dan diawasi melalui sistem elektronik.

“Tidak boleh ada pemerasan, tidak boleh ada bullying. Semua harus transparan dengan workbook elektronik,” tegas Budi.

Dengan reformasi ini, pemerintah menargetkan produksi dokter spesialis meningkat dari 2.700 per tahun menjadi 10.000–20.000 per tahun.

Budi menekankan bahwa langkah ini penting agar seluruh masyarakat di lebih dari 7.000 pulau Indonesia mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, merata, dan berkualitas.

“Kita harus belajar dari praktik terbaik dunia agar masyarakat di seluruh 7.000 pulau Indonesia bisa mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, merata, dan berkualitas,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru