Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono, Jakarta, Selasa. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan kesehatan rujukan sekaligus pusat pendidikan dan penelitian kedokteran saraf di Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan kebanggaannya atas kemajuan fasilitas dan teknologi kesehatan di tanah air yang kini setara standar internasional.
“Hari ini saya bangga dengan prestasi saudara-saudara. Rumah sakit ini sudah memiliki fasilitas dan teknologi yang setara dengan standar Internasional. Ini bukti bahwa kita mampu membangun pelayanan kesehatan kelas dunia di tanah air,” ujar Presiden.
Presiden juga mengenang Prof Dr Mahar Mardjono, tokoh kedokteran sekaligus pejuang bangsa, yang menjadi inspirasi generasi penerus.
“Beliau adalah seorang intelektual sekaligus pejuang. Profesor Mahar Mardjono dihormati bukan hanya karena ilmunya, tetapi juga keberanian dan keteguhannya membela rakyat. Saya merasa terhormat pernah mengenal beliau,” kenang Presiden.
Presiden menekankan pentingnya menambah jumlah tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis. Saat ini Indonesia masih kekurangan sekitar 70.000 dokter spesialis, sementara lulusan baru hanya sekitar 2.700 per tahun.
“Jika dibiarkan dengan kecepatan ini, butuh 35 tahun untuk memenuhi kekurangan. Karena itu, kita harus mengambil langkah-langkah luar biasa agar target bisa dicapai lebih cepat,” tegasnya.
Pemerintah menargetkan pembangunan 500 rumah sakit di seluruh kabupaten/kota, pembukaan 148 program studi baru di fakultas kedokteran, serta penambahan 30 fakultas kedokteran dalam beberapa tahun mendatang.
“Kesehatan dan pendidikan adalah fondasi demokrasi dan kesejahteraan bangsa. Negara yang berhasil adalah negara yang bisa memberi pendidikan terbaik dan pelayanan kesehatan terbaik bagi rakyatnya,” jelas Presiden.
Selain itu, Presiden mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk kolaborasi internasional, sebagai bukti Indonesia mampu menjadi pusat keunggulan (center of excellence) di bidang kesehatan.
Menutup sambutannya, Presiden menegaskan keberhasilan pembangunan kesehatan hanya dapat dicapai melalui kerja keras, integritas, dan pengelolaan anggaran yang bersih dari korupsi.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa RS PON Mahar Mardjono memiliki tiga fungsi strategis utama: pusat layanan kesehatan, pusat penelitian dan pendidikan, serta pusat pengembangan kapasitas pelayanan hingga ke seluruh daerah.
“Ukurannya adalah ketika semua pasien, baik pejabat maupun masyarakat umum, bahkan orang asing, bisa dirawat di sini dengan kualitas terbaik,” jelas Menkes.
Gedung baru Institut Neurosains dipersiapkan untuk mendukung riset kedokteran saraf serta menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi internasional. Fungsi ketiga adalah transfer ilmu dan kompetensi ke seluruh Indonesia.
“Ilmu dan layanan tidak boleh hanya berpusat di Jakarta. Rumah sakit ini harus memastikan masyarakat di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota bisa merasakan layanan kesehatan otak yang berkualitas,” tegas Menkes.
Menkes juga menyoroti pentingnya layanan cepat bagi pasien stroke, yang idealnya harus ditangani di bawah tiga jam untuk mengurangi risiko kematian dan kecacatan. Selain stroke, RS PON memiliki peran penting dalam penanganan penyakit neurologis lainnya seperti Alzheimer dan Parkinson.
“Saya sendiri mengalami bagaimana keluarga dekat menderita Alzheimer. Karena itu, saya berharap ke depan rakyat Indonesia bisa menua dengan sehat, tetap bugar hingga akhir hayat,” ungkap Menkes.
Menkes menutup sambutannya dengan menegaskan komitmen pemerintah menjadikan RS PON Mahar Mardjono sebagai pusat keunggulan layanan, penelitian, dan pendidikan kedokteran saraf berkelas dunia. (R)
beritaTerkait
komentar