Selasa, 07 April 2026

Program Pendidikan Dokter Spesialis Dijalankan di 7 RS Milik Pemprov Jateng

EM Bukit MKes - Jumat, 29 Agustus 2025 10:14 WIB
Program Pendidikan Dokter Spesialis Dijalankan di 7 RS Milik Pemprov Jateng
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, berbincang dengan peserta konferensi usai sesi pemaparan dalam The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Dok/Humas Jate
Jakarta (buseronline.com) - Sebanyak tujuh rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap melaksanakan program Hospital Based Specialist Education (HBSE) atau pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit. Program ini bertujuan menambah jumlah dokter spesialis di Indonesia.

Direktur RSUD Dr Moewardi, dr Zulfachmi Wahab, mengatakan, program HBSE menjadi terobosan penting karena sebelumnya pendidikan spesialis hanya dilaksanakan oleh universitas. Dengan model hospital based, rumah sakit juga dapat menjadi penyelenggara pendidikan dokter spesialis.

“Pemprov Jateng memiliki tujuh rumah sakit yang siap mendukung percepatan program ini,” ujar Zulfachmi saat The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu.

Ketujuh rumah sakit tersebut adalah:

1. RSUD dr Moewardi (Surakarta)

2. RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (Banyumas)

3. RSUD dr Rehatta (Jepara)

4. RSJD dr Amino Gondohutomo (Kota Semarang)

5. RSJD dr Arif Zainudin (Surakarta)

6. RSJD dr RM Soedjarwadi (Klaten)

7. RSUD dr Adhyatma MPH atau RSUD Tugurejo (Kota Semarang)

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menambahkan, Pemprov Jateng menyambut baik program ini dan berkomitmen mendukung pelaksanaannya. Saat ini dua rumah sakit, RSUD dr Moewardi dan RSUD Margono Soekarjo, telah memulai program hospital based specialist education.

“Hari ini juga dilakukan penyamaan persepsi dengan narasumber internasional, yang sangat penting untuk keberhasilan program,” ujar Sumarno.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan pentingnya transformasi layanan kesehatan agar masyarakat mendapat layanan yang mudah, berkualitas, dan terjangkau. Ia mencontohkan layanan operasi jantung bypass, yang sebelumnya hanya tersedia di sembilan rumah sakit pada akhir 2022. Kini, layanan tersebut telah tersedia di 25 provinsi, dan diharapkan 2027 seluruh 34 provinsi memiliki fasilitas serupa.

Dalam konferensi ini, dilakukan penyerahan sertifikat akreditasi institusi penyelenggara pendidikan dari ACGME International kepada rumah sakit pendidikan utama. Selain itu, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk pemerataan layanan kesehatan.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap kesenjangan tenaga spesialis dapat segera diatasi dan akses layanan kesehatan di seluruh Indonesia semakin merata. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru