Jumat, 10 April 2026

Edukasi Lingkungan Sejak Dini Jadi Fokus Pemdaprov Jabar

Kamis, 21 Agustus 2025 07:19 WIB
Edukasi Lingkungan Sejak Dini Jadi Fokus Pemdaprov Jabar
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman bersama jajaran saat menghadiri kegiatan lingkungan dalam rangka MPLS Panca Waluya 2025 di Kota Bandung, Jumat (18/7/2025). (Dok/Humas Jabar)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus menguatkan komitmen menjaga kebersihan lingkungan melalui edukasi sejak dini kepada para siswa. Tidak hanya lewat materi pembelajaran di kelas, edukasi tersebut juga diwujudkan melalui kegiatan praktik langsung di lapangan.

Salah satu bentuknya terlihat dalam kegiatan membersihkan lingkungan sekitar sekolah dan ruang publik pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Panca Waluya 2025, Jumat. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa baru SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Barat. Tercatat sebanyak 338.091 peserta didik dari 859 sekolah ikut ambil bagian.

Komunitas Pandawara turut dilibatkan untuk berbagi ilmu dan pengalaman terkait kepedulian lingkungan. Aksi ini juga disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman.

“Gerakan ini adalah pintu masuk menuju peradaban baru. Negara maju bersih bukan karena teknologinya, melainkan karena kesadaran warganya. Kesadaran itu dimulai dari hal-hal kecil, seperti menyapu,” ujar Herman.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, menjelaskan bahwa kegiatan membersihkan lingkungan di sekolah menjadi bagian dari upaya mencetak siswa berkarakter Panca Waluya. Konsep budaya Sunda ini menekankan lima sifat utama, yakni cageur (sehat), bageur (baik), bener (berintegritas), pinter (berwawasan), dan singer (terampil).

“Karakter baik itu tidak hanya diwujudkan untuk diri sendiri dan orang lain, tetapi juga untuk alam semesta. Guru dan siswa harus bersama-sama menanamkan cinta terhadap lingkungan agar terwujud generasi emas 2045,” jelas Purwanto.

Selain gerakan bersih lingkungan, Pemda Provinsi Jabar juga menjalankan program Sekolah Sehat Bebas Sampah. Program ini memasukkan materi pengelolaan sampah ke dalam kurikulum serta mengadakan kunjungan lapangan ke fasilitas pengolahan sampah. Di sana, siswa dapat menyaksikan langsung proses pemilahan, pengolahan, hingga daur ulang.

Salah satu sekolah yang telah mengimplementasikan pendidikan lingkungan adalah SD Uchuwwatul Islam. Guru kelas V, Mey Wulandari Anggraeni, mengatakan seluruh warga sekolah bertanggung jawab mengurangi timbulan sampah.

Menurutnya, siswa dan guru dibiasakan membawa wadah makan dan minum sendiri untuk mengurangi sampah sekali pakai. Pedagang kantin pun diwajibkan menjual makanan dengan kemasan yang dapat digunakan berulang kali. Setelah makan, siswa mengembalikan wadah ke pedagang untuk dicuci dan dipakai lagi.

“Kalau ada sisa makanan, anak-anak memasukkannya ke dalam lobang lodong sesa dapur (loseda),” jelas Mey.

Sampah anorganik dikumpulkan untuk dijual ke pengepul atau diolah menjadi barang bermanfaat, seperti galon bekas yang dijadikan pot tanaman atau kertas bekas yang diubah menjadi bola. Sementara itu, sampah residu dibawa pulang untuk dikelola, bahkan sebagian diolah menjadi ecobricks.

Sekolah juga menyiapkan boks khusus untuk memisahkan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) agar tidak tercampur dengan sampah lain.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemda Provinsi Jabar berharap budaya peduli lingkungan dapat tertanam kuat sejak dini, sehingga mampu mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sekaligus menjaga kelestarian alam. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
RSU Haji Medan Perkuat Perlindungan Tenaga Medis dalam Penanganan Campak
RSU Haji Medan dan RSJ Prof Ildrem Pastikan Tak Terapkan WFH, Layanan Tetap Normal
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
komentar
beritaTerbaru