Jakarta (buseronline.com) - Bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyentuh 20 juta penerima manfaat. Pengumuman ini disampaikan dalam kegiatan update rutin program yang berlangsung pada Kamis.
Capaian tersebut didukung oleh percepatan pembangunan infrastruktur Satuan Pelayanan Pangan Gratis (SPPG). Saat ini, jumlah SPPG telah mencapai 5.800 unit, dan diproyeksikan terus bertambah hingga akhir tahun.
Juru Bicara BGN, Redy Hendra, menekankan bahwa peningkatan penerima manfaat terjadi signifikan berkat proses verifikasi mitra yang efektif. “Saat ini, terdapat 17.000 calon mitra yang sudah berproses dan sedang persiapan operasional,” ujarnya.
Program MBG juga menargetkan pemerataan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Percepatan di wilayah tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pihak swasta, dan mitra pembangunan lainnya, dengan target operasional SPPG di daerah 3T dimulai pada bulan September 2025.
Sebagai program yang berjalan kurang dari satu tahun, BGN menyadari masih terdapat beberapa tantangan dan kendala. “Kita sudah mendengar insiden gangguan kesehatan di beberapa lokasi. BGN telah melakukan investigasi bersama Dinas Kesehatan dan BPOM untuk mengetahui penyebabnya. Hasil investigasi menjadi masukan bagi perbaikan SOP dan verifikasi SPPG,” jelas Redy.
BGN menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan secara berkala, termasuk mitigasi risiko di setiap SPPG agar manfaat program dapat diterima secara optimal dan aman bagi seluruh penerima. Strategi yang diterapkan meliputi penyempurnaan pedoman operasional, inventarisasi risiko, dan formulasi langkah pencegahan insiden.
Dengan capaian ini, Program MBG tidak hanya menjadi langkah strategis dalam peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan nasional. (R)
beritaTerkait
komentar