Kamis, 09 April 2026

Bidan: Garda Terdepan dalam Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak

Selasa, 19 Agustus 2025 10:28 WIB
Bidan: Garda Terdepan dalam Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak
Wakil Wali Kota Bandung Erwin memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Bandung Masa Bakti 2025–2030 di Aula RSU Pindad, Sabtu (16/8/2025). (Dok/Diskominfo Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Bidan memegang peran strategis dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Hal ini ditegaskan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Bandung di Aula RSU Pindad, Sabtu.

Menurut Erwin, bidan tidak hanya berperan saat persalinan, tetapi juga mendampingi ibu sejak masa kehamilan, memastikan kesehatan bayi, memberikan edukasi gizi, imunisasi, hingga konseling keluarga berencana (KB).

“Dedikasi bidan adalah bentuk nyata pelayanan kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Mereka adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak,” ujar Erwin.

Erwin menekankan pentingnya penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) sebagai indikator pembangunan kesehatan. Pemkot Bandung pun berkomitmen memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh.

Namun, sejumlah tantangan masih ada, seperti kesenjangan akses di wilayah padat penduduk, rendahnya kesadaran akan pemeriksaan kehamilan dan gizi seimbang, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, hingga kasus medis kompleks yang membutuhkan rujukan cepat.

“Keberhasilan menurunkan AKI dan AKB tidak bisa dicapai oleh satu pihak saja. Perlu kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan masyarakat. Dengan kerja bersama, kita bisa mewujudkan ibu sehat, bayi sehat, dan generasi Bandung yang kuat dan berkualitas,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, Pemkot Bandung menghadirkan berbagai dukungan strategis, antara lain penguatan fasilitas pelayanan di puskesmas dan rumah sakit, program pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta optimalisasi sistem rujukan maternal dan neonatal. Kampanye kesehatan ibu dan anak juga melibatkan kader posyandu dan tokoh masyarakat.

Ketua IBI Kota Bandung, Rinjani Inez, menyambut baik kehadiran Wakil Wali Kota di pelantikan pengurus kali ini.

“Dalam beberapa periode, baru kali ini pejabat pemerintah hadir langsung di pelantikan IBI. Ini momen penting, bukti komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas bidan di Kota Bandung,” ujar Rinjani.

Ia menegaskan bahwa bidan adalah pilihan utama masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan ibu dan anak.

“Pengurus cabang IBI Bandung punya dedikasi tinggi untuk memastikan pelayanan terbaik bagi ibu dan bayi,” tambahnya.

Direktur RSU Pindad, dr Dina Daniarti, mengapresiasi kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

“RSU Pindad sangat concern terhadap kesehatan ibu dan anak. Pada bulan Juni lalu, kami menambah ruang rawat inap anak dan tenaga dokter spesialis. Layanan berjalan 24 jam untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” jelas Dina.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dan rumah sakit, diharapkan kesehatan ibu dan anak di Kota Bandung terus meningkat, mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
Disdik Kota Bandung Intensifkan Sosialisasi SPMB 2026
Pemkab Batang Luncurkan Gerakan “Sak Minggu Sak Buku” untuk Tingkatkan Literasi Anak
komentar
beritaTerbaru