Sabtu, 11 April 2026

Layanan Speling Sentuh 37 Ribu Warga, 6,7 Persen Terindikasi Gangguan Kejiwaan

Sabtu, 02 Agustus 2025 10:07 WIB
Layanan Speling Sentuh 37 Ribu Warga, 6,7 Persen Terindikasi Gangguan Kejiwaan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, memberikan keterangan kepada media terkait capaian program Speling di RSJD Dr Amino Gondohutomo, Semarang, Kamis (31/7/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat, terutama dalam deteksi dini gangguan kejiwaan. Hingga akhir Juli 2025, program ini telah melayani sekitar 37 ribu warga, dengan 6,7 persen di antaranya terdeteksi mengalami gangguan jiwa, mulai dari tingkat ringan hingga berat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, mengatakan bahwa program Speling menjadi salah satu inovasi penting untuk menjangkau layanan kesehatan hingga ke tingkat desa. Salah satu fokus utamanya adalah mendeteksi masalah kejiwaan yang selama ini kerap luput dari perhatian.

“Melalui program cek kesehatan gratis (CKG) yang dikombinasikan dengan Speling, ternyata kita bisa mendeteksi banyak kasus kesehatan jiwa yang sebelumnya tidak terpantau,” ujar Yunita saat ditemui di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Amino Gondohutomo, Semarang, Kamis.

Menurut Yunita, warga yang mengikuti program ini terlebih dahulu menjalani skrining awal. Bila ditemukan gejala depresi atau gangguan kejiwaan lainnya, pasien akan langsung dirujuk ke dokter spesialis jiwa yang tergabung dalam tim Speling.

“Begitu skrining menunjukkan indikasi depresi ringan, sedang, atau berat, pasien langsung ditangani oleh dokter spesialis kejiwaan. Ini membuktikan efisiensi anggaran dan juga memberi data penting bagi pemetaan masalah kesehatan mental,” jelasnya.

Program ini, lanjut Yunita, juga menyasar kalangan anak dan remaja. Dalam pelaksanaannya, sekitar 10 persen dari total sasaran program ditujukan untuk masyarakat usia 7 tahun ke atas. Dari target itu, realisasi saat ini telah mencapai 6,3 persen.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tingginya kasus gangguan kejiwaan di kalangan pelajar. Salah satu contoh ditemukan di sebuah SMA, dari 150 siswa yang diperiksa, sekitar 30 siswa mengalami gangguan kejiwaan dalam berbagai tingkatan.

Merespons temuan tersebut, Dinas Kesehatan Jateng mengembangkan program Mental Health First Aid (MHFA), yakni pelatihan bagi siswa sebagai kader kesehatan jiwa. Kader ini bertugas menjadi pendengar pertama bagi temannya yang mengalami gangguan atau tekanan psikologis.

“Kita tahu bahwa banyak anak lebih nyaman curhat ke teman daripada ke orang tua. Maka MHFA ini menjadi antisipasi untuk mendeteksi gangguan sejak dini,” kata Yunita.

Ia menjelaskan bahwa perubahan perilaku anak, seperti menjadi murung atau tertutup, bisa menjadi tanda awal masalah kejiwaan yang harus diwaspadai.

Yunita juga menyebut beberapa penyebab utama gangguan kejiwaan pada anak dan remaja, antara lain kurangnya perhatian orang tua karena sibuk dengan gawai, tekanan sosial ekonomi, serta pengaruh konten media sosial yang tidak sesuai usia anak.

“Banyak anak terpapar informasi yang tidak sesuai umur. Hal ini menimbulkan tekanan mental yang tidak mereka pahami dan akhirnya memicu stres berkelanjutan,” tambahnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa kehadiran dokter spesialis dalam program Speling adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan akses pelayanan kesehatan berkualitas menjangkau seluruh masyarakat, terutama di desa-desa.

“Masih banyak warga desa yang belum mengenal dokter spesialis, termasuk spesialis kejiwaan. Maka kami turunkan langsung tenaga medis ke masyarakat,” kata Gubernur Luthfi.

Program Speling sendiri melibatkan rumah sakit daerah dan swasta, serta telah beroperasi di seluruh 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Pelaksanaannya juga sejalan dengan kebijakan nasional Presiden RI Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pelayanan kesehatan gratis untuk rakyat.

Dengan sinergi berbagai pihak dan pendekatan langsung ke masyarakat, program Speling diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam mengatasi masalah kesehatan, termasuk yang bersifat mental dan emosional, sejak dini. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat
komentar
beritaTerbaru