Selasa, 07 April 2026

Gubernur Jabar dan Menkes Tinjau Penanggulangan Kusta di Bekasi, Dorong Insentif bagi Perawat Pendamping

EM Bukit MKes - Senin, 28 Juli 2025 07:05 WIB
Gubernur Jabar dan Menkes Tinjau Penanggulangan Kusta di Bekasi, Dorong Insentif bagi Perawat Pendamping
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berdialog dengan tenaga kesehatan saat meninjau pelaksanaan Program Penanggulangan Kusta di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/7/2025).
Bekasi (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung pelaksanaan Program Penanggulangan Kusta di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Rabu.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat eliminasi Penyakit Tropis Terabaikan (Neglected Tropical Diseases/NTDs), khususnya kusta.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan penyakit kusta memerlukan kerja sama yang serius dari berbagai pihak, termasuk pasien dan tenaga kesehatan pendamping.

Ia menyebutkan, kunci penanganan kusta terletak pada deteksi dini, pengobatan yang konsisten, dan pendampingan intensif.

“Pasiennya harus mau minum obat dan perawat pendamping harus telaten,” ujar Dedi di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Serang Baru.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah, melalui dinas kesehatan, memberikan stimulus atau bonus kepada perawat pendamping sebagai bentuk apresiasi bila pasien yang mereka dampingi berhasil sembuh.

“Kalau pasien sembuh, perawat pendamping dikasih bonus. Ini sebagai bentuk motivasi dan dukungan untuk mereka yang terlibat langsung dalam pemulihan pasien,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menyampaikan dukungannya terhadap program ini. Ia mengajak para kepala desa di wilayah Kecamatan Serang Baru untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar guna mencegah penyebaran penyakit kusta dan masalah kesehatan lainnya.

“Kabupaten Bekasi komitmen mendorong kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, sarana prasarana, dan bidang lainnya. Isu kesehatan seperti kusta harus menjadi perhatian bersama,” kata Ade.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pemerintah menargetkan Indonesia bebas dari kusta dan filariasis pada tahun 2030.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan tengah mengakselerasi berbagai program pengendalian dan edukasi, khususnya di wilayah endemis seperti Kabupaten Bekasi.

“Kusta adalah penyakit yang sangat bisa disembuhkan, asalkan pasien ditemukan lebih awal dan rutin minum obat,” ungkap Budi.

Ia juga menyoroti pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta yang kerap membuat mereka enggan berobat.

“Masyarakat tidak perlu takut terhadap penderita kusta, karena pengobatan yang tepat mampu menekan penularan. Kusta memang menular, tapi tidak mudah menular,” tegasnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi lintas sektor dari tingkat desa hingga nasional, guna memperkuat upaya eliminasi kusta dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru