Selasa, 07 April 2026

Kloter Terakhir Tiba, Pelayanan Kesehatan Haji Indonesia di Arab Saudi Resmi Ditutup

EM Bukit MKes - Senin, 14 Juli 2025 07:20 WIB
Kloter Terakhir Tiba, Pelayanan Kesehatan Haji Indonesia di Arab Saudi Resmi Ditutup
Para petugas kesehatan haji Indonesia berfoto bersama usai penutupan operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Madinah, Kamis (10/7/2025).
Madinah (buseronline.com) - Kepulangan Kelompok Terbang (Kloter) KJT 28 ke Tanah Air menandai berakhirnya seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M. Bersamaan dengan itu, operasional layanan kesehatan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi juga resmi dihentikan.

Penutupan ditandai dengan berakhirnya operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Madinah. Dalam sambutannya, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr Mohammad Imran MKM menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelayanan kesehatan haji tahun ini.

"Hari ini adalah penutupan Klinik Kesehatan Haji Indonesia Daker Madinah. Dengan demikian, seluruh pelayanan kesehatan haji Indonesia di Arab Saudi telah berhenti beroperasi," ujar dr Imran, Kamis.

Selama operasionalnya, KKHI Daker Madinah telah memberikan layanan kesehatan kepada 241 jemaah haji, baik rawat jalan maupun rawat inap. Tiga diagnosis penyakit terbanyak adalah pneumonia, hipertensi, dan diabetes melitus.

Imran mengingatkan seluruh petugas kesehatan untuk bersyukur atas amanah yang telah diemban serta introspeksi diri. "Saat bertugas belum maksimal dalam melayani jemaah, kita harus banyak-banyak memohon ampunan-Nya," pesannya.

Pelayanan kesehatan tahun ini diwarnai berbagai tantangan, termasuk adaptasi terhadap kebijakan Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang dinilai berubah-ubah dan kurang jelas sejak awal.

Salah satu kendala utama adalah pembatasan izin operasional KKHI yang hanya diperbolehkan untuk layanan rawat jalan serta terbatasnya jumlah klinik sektor.

Meski demikian, tim KKHI tetap menjalankan layanan secara maksimal. Salah satu yang menonjol adalah keberhasilan program tanazul pemulangan jemaah karena alasan kesehatan yang berjalan lancar tanpa hambatan.

"Saya melihat program tanazul alhamdulillah tidak ada yang berhenti di tengah jalan. Pasien jemaah tanazul, alhamdulillah selamat sampai di Indonesia, meski harus mendapatkan perawatan lanjutan," jelas Imran.

Menurutnya, kunci kelancaran program tanazul adalah komunikasi yang baik antara Daker Makkah, Madinah, dan Bandara. Setiap jemaah tanazul yang telah diseleksi harus dikomunikasikan secara jelas kepada maskapai untuk pengaturan tempat duduk dan pendampingan medis.

Capaian positif lainnya adalah penurunan angka kematian jemaah. Berdasarkan data Siskohatkes per 10 Juli 2025 pukul 16.00 WAS, jumlah jemaah wafat tercatat sebanyak 446 orang, menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 461 jemaah.

Selama 70 hari pelaksanaan ibadah haji, tercatat sebanyak 1.710 jemaah dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan kasus terbanyak adalah pneumonia, diabetes melitus, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Di sisi lain, layanan kefarmasian mencapai 12.396 layanan, dengan penggunaan obat terbanyak berupa tablet flu dan batuk kombinasi.

Meski layanan KKHI telah ditutup, sebanyak 43 jemaah yang masih dirawat inap di RSAS akan tetap mendapatkan visitasi dari tim PPIH Kesehatan hingga seluruh petugas kembali ke Indonesia.

Imran menegaskan bahwa pihaknya akan terus membangun komunikasi dengan Kemenkes Arab Saudi sebagai bagian dari evaluasi dan persiapan layanan haji tahun 2026.

"Bulan Agustus nanti mereka akan datang ke Indonesia untuk mengetahui sedetil-detilnya persiapan layanan ibadah haji 2026. Kami akan menyampaikan catatan pelaksanaan di tahun 2025 sebagai bahan evaluasi bersama sekaligus masukan bagi implementasi kebijakan Kemenkes Arab Saudi ke depan," pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru