Sabtu, 11 April 2026

Peran Fatayat NU dalam Pencegahan Stunting Diapresiasi Nawal Yasin

Senin, 30 Juni 2025 10:10 WIB
Peran Fatayat NU dalam Pencegahan Stunting Diapresiasi Nawal Yasin
Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, memberikan sambutan dalam acara Harlah ke-75 Fatayat NU di Alun-alun Wonosobo, Sabtu (28/6/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Wonosobo (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Jawa Tengah.

Melalui program inovatif bertajuk “Sambang Ibu-Sambang Bayi”, Fatayat NU dinilai telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesadaran pola asuh dan pemenuhan gizi bagi anak-anak.

Apresiasi tersebut disampaikan Nawal dalam sambutannya pada Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-75 Fatayat NU, yang digelar di Alun-alun Wonosobo, Sabtu.

“Harapannya Fatayat NU betul-betul sesuai dengan tema acaranya, bahwa organisasi harus semakin jaya dan kadernya semakin berdaya,” ujar Nawal seusai menghadiri acara.

Menurut Nawal, aksi nyata Fatayat NU Wonosobo yang secara konsisten menjalankan program Sambang Ibu-Sambang Bayi merupakan bentuk kontribusi langsung organisasi perempuan ini dalam mewujudkan generasi emas 2045.

Melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah, kader Fatayat memberikan edukasi mengenai pola pengasuhan yang tepat, pemenuhan gizi balita, serta pendampingan psikologis bagi ibu dan anak.

“Apa yang dilakukan Fatayat NU ini merupakan sumbangsih nyata bagi kesejahteraan keluarga. Bahkan, program ini sudah berlangsung selama sekitar empat tahun,” imbuh Nawal.

Selain edukasi gizi dan pola asuh, Fatayat NU juga aktif menggelar pelatihan bagi konselor untuk menangani kasus kekerasan, khususnya yang menimpa perempuan dan anak. Upaya ini dinilai sejalan dengan program pemerintah provinsi dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan bebas dari kekerasan.

Nawal yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah menambahkan, keberhasilan Fatayat NU dalam menjalankan program berbasis komunitas ini sangat mungkin untuk direplikasi di daerah lain dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Fatayat NU juga telah berkolaborasi dengan UNICEF. Ini adalah potensi besar. PKK sangat terbuka untuk bersinergi lebih lanjut dengan Fatayat, karena kader-kadernya luar biasa,” pungkas Nawal.

Acara Harlah ke-75 Fatayat NU di Wonosobo berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan kader dan tokoh masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi wadah refleksi dan penguatan peran perempuan muda NU dalam pembangunan sosial kemasyarakatan, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan keluarga. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat
komentar
beritaTerbaru