Sabtu, 11 April 2026

DWP Kemenkes Gelar Workshop BHD, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Kondisi Gawat Darurat

Kamis, 26 Juni 2025 07:12 WIB
DWP Kemenkes Gelar Workshop BHD, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Kondisi Gawat Darurat
Peserta Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diselenggarakan DWP Kemenkes RI, Selasa (24/6/2025), mempraktikkan teknik resusitasi jantung paru (CPR) sebagai bagian dari pelatihan tanggap darurat medis di Jakarta. (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Dalam upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kesehatan RI bersama DWP Sekretariat Jenderal dan Pusat Krisis Kesehatan menggelar Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Selasa di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan anggota DWP serta masyarakat dalam menghadapi situasi darurat medis.

Workshop ini diikuti oleh pengurus dan anggota DWP dari berbagai unit kerja Kemenkes, serta perwakilan dari Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI). Para peserta mendapatkan pelatihan langsung dari tenaga medis profesional mengenai berbagai prosedur penting dalam penanganan kegawatdaruratan, termasuk teknik resusitasi jantung paru (CPR), penanganan henti napas, patah tulang, dan perdarahan.

Ketua DWP Pusat, Ida Rachmawati Budi G Sadikin, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat non-medis dalam transformasi ketahanan kesehatan nasional.

“Kita tidak berharap terjadi kondisi darurat, namun saat masa itu datang yang tidak kita kehendaki, kita harus siap sedia memberikan pertolongan pertama. Kegiatan hari ini adalah bagian dari wujud nyata transformasi ketahanan kesehatan,” tegas Ida.

Ida juga menyoroti pentingnya peran ibu-ibu di rumah atau di ruang publik agar tidak hanya menjadi saksi pasif saat terjadi situasi darurat.

“Saya membayangkan jika ibu-ibu melihat orang pingsan, kadang hanya bisa panik atau teriak ‘Astagfirullah’. Padahal, seandainya tahu cara menangani kondisi tersebut, mungkin bisa menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Ia pun mendorong para peserta untuk menularkan ilmu yang diperoleh kepada lingkungan sekitar. “Ilmu yang bermanfaat tidak hanya berhenti di kita. Ayo kita tularkan ke anak, suami, teman arisan, bahkan tetangga. Minimal mereka tahu harus ngapain kalau darurat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaluddin, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk nyata kontribusi DWP terhadap peningkatan kesadaran publik, sesuai amanat UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023.

“BHD merupakan salah satu upaya strategis untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang praktis serta esensial dalam menghadapi keadaan darurat medis,” ujar Agus.

Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini akan diperluas melalui jaringan 11 regional Pusat Krisis Kesehatan di seluruh Indonesia.

“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti di sini, tapi bisa terus dikembangkan di berbagai wilayah dengan skala komunitas yang lebih luas. Karena menyelamatkan satu nyawa adalah amal yang tidak ternilai,” tambahnya.

Dalam sesi praktik, peserta secara langsung melakukan simulasi penanganan korban henti napas, teknik kompresi dada, hingga penanganan korban luka berat. Pelatihan ini dirancang untuk mudah dipahami dan diaplikasikan oleh masyarakat umum, bahkan yang tidak memiliki latar belakang medis.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat dan kesiapsiagaan komunitas, di mana DWP Kemenkes berperan sebagai motor penggerak perubahan. Workshop BHD menjadi langkah awal menuju terbentuknya komunitas tanggap darurat yang siap bertindak saat detik-detik menentukan nyawa terjadi.

Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, Kemenkes RI melalui DWP menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tugas profesional kesehatan, melainkan juga tanggung jawab sosial seluruh elemen masyarakat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat
komentar
beritaTerbaru