Sabtu, 11 April 2026

Jemaah Haji Diimbau Jaga Kesehatan dan Kemabruran Usai Tuntaskan Rangkaian Ibadah

Selasa, 17 Juni 2025 07:08 WIB
Jemaah Haji Diimbau Jaga Kesehatan dan Kemabruran Usai Tuntaskan Rangkaian Ibadah
Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr Mohammad Imran MKM, memberikan keterangan pers terkait imbauan kesehatan bagi jemaah haji pasca-tuntasnya rangkaian ibadah haji, di Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja Makkah.
Makkah (buseronline.com) - Usai menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, jemaah haji Indonesia diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan kemabruran hajinya, baik yang masih berada di Arab Saudi maupun yang sudah kembali ke Tanah Air.

Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dr Mohammad Imran MKM, dalam konferensi pers di Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja Makkah menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala penyakit pasca-haji guna mencegah penyebaran penyakit dan komplikasi kesehatan lebih lanjut.

“Jemaah yang bersiap pulang atau berpindah dari Makkah ke Madinah agar tetap menjaga kesehatan. Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, dengan suhu mencapai 45°C di Makkah dan 47°C di Madinah serta kelembapan rendah, dapat memicu gangguan kesehatan,” ujar Imran.

Menurutnya, kondisi cuaca tersebut berisiko menimbulkan dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), serta memperburuk penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gagal ginjal, gagal jantung, dan penyakit paru kronis.

“Hingga hari ke-44 pelaksanaan ibadah haji, tercatat 72 ribu jemaah menjalani rawat jalan di kloter, dengan kasus terbanyak adalah ISPA, hipertensi, dan diabetes,” ungkap Imran.

Sementara itu, jemaah yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) tercatat sebanyak 238 orang. Tiga kasus tertinggi di antaranya adalah pneumonia, diabetes dengan komplikasi, dan penyakit jantung koroner.

Imran mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan ibadah fisik yang berat seperti umrah sunnah berulang kali atau ibadah Arbain, dan lebih banyak beristirahat.

Ia juga mengingatkan agar menghindari aktivitas luar ruangan saat suhu terik antara pukul 10.00 hingga 16.00 WAS, serta menggunakan pelindung seperti payung dan semprotan wajah, serta membawa air minum bila harus beraktivitas di luar.

Bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki komorbid, disarankan untuk memfokuskan diri pada ibadah ringan seperti berzikir, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin minimal seminggu sekali dan konsumsi obat secara teratur juga sangat dianjurkan.

Untuk jemaah yang sudah kembali ke Indonesia, Imran menyarankan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam, batuk-pilek, dan sesak napas dalam 14 hari setelah kepulangan.

Ia juga menegaskan pentingnya menyampaikan riwayat perjalanan kepada tenaga kesehatan, terutama di tengah kenaikan kasus Covid-19 di beberapa negara, termasuk Indonesia.

“Sampai minggu ke-23 tahun 2025, tercatat 178 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Jemaah yang mengalami batuk dan pilek, baik di Tanah Suci maupun setelah kembali ke Indonesia, hendaknya tetap memakai masker, rajin mencuci tangan, dan melaporkan riwayat perjalanannya,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat
komentar
beritaTerbaru