Rabu, 17 Juni 2026

KPA Kota Bandung Dorong Sinergi Wilayah dalam Penanggulangan HIV/AIDS

Minggu, 01 Juni 2025 17:40 WIB
KPA Kota Bandung Dorong Sinergi Wilayah dalam Penanggulangan HIV/AIDS
KPA Kota Bandung bersama para pemangku kepentingan wilayah berfoto bersama usai Pertemuan Koordinasi Penanggulangan HIV/AIDS di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung, Rabu (28/5/2025).
Bandung (buseronline.com) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS melalui Pertemuan Koordinasi dengan Stakeholder Kewilayahan yang digelar di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung, Rabu.

Pertemuan ini menghadirkan dua narasumber dari tingkat provinsi, yakni Muftiah Yulismi dari Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat dan Dadang Iradi dari KPA Provinsi Jawa Barat.

Keduanya memaparkan strategi serta praktik terbaik dalam penanganan HIV/AIDS di wilayah masing-masing.

Kepala Sekretariat KPA Kota Bandung, Maia Ferasani menyatakan bahwa sinergi antarwilayah sangat penting dalam mendukung strategi penanggulangan HIV melalui pendekatan STOP: Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan.

“Kami memetakan peran wilayah untuk mendukung strategi STOP. Ini harus menjadi gerakan bersama, tidak hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan,” ujar Maia.

Menurut data KPA Kota Bandung, hingga tahun 2025 tercatat sebanyak 9.784 kasus HIV, dengan 6.370 kasus baru yang telah mendapatkan penanganan.

Meski penanganan terus dilakukan, tantangan masih besar, terutama dalam meningkatkan edukasi dan menurunkan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

Maia juga menyoroti bahwa isu HIV seringkali beririsan dengan masalah kesehatan lainnya seperti stunting dan perilaku berisiko, sehingga dibutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan terintegrasi.

Strategi STOP yang diterapkan terdiri dari:

Suluh: Penyuluhan masif hingga tingkat RT/RW, menyasar pemuda, ibu-ibu, dan seluruh lapisan masyarakat.

Temukan: Perluasan layanan tes HIV agar status dapat diketahui sejak dini.

Obati: Pemberian terapi Antiretroviral (ARV) bagi yang terdiagnosis positif.

Pertahankan: Mendorong kepatuhan terhadap terapi ARV dan menciptakan lingkungan yang bebas stigma dan diskriminasi.

Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis komunitas, KPA Kota Bandung berharap dapat menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan ramah bagi ODHIV, sekaligus memperkuat peran serta masyarakat dalam mengakhiri epidemi HIV/AIDS. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan Bandung Satu Dekade ke Depan
Polwan Operasi Damai Cartenz Hadirkan Kehangatan dan Keceriaan bagi Warga Nduga
Cegah Pemalsuan, Korlantas Polri: SIM Resmi Hanya dari Polri
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Palestina
Pendidikan Seni Sejak Dini Dinilai Penting untuk Tumbuh Kembang Anak
Edukasi Kesehatan Mental Santri Diperkuat untuk Cegah Bullying dan Kekerasan
komentar
beritaTerbaru