Sabtu, 11 April 2026

Indonesia Dorong Kemandirian Alat Kesehatan Lewat Kerja Sama ASEAN-Jepang

Minggu, 18 Mei 2025 07:20 WIB
Indonesia Dorong Kemandirian Alat Kesehatan Lewat Kerja Sama ASEAN-Jepang
Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dante Saksono Harbuwono, bersama perwakilan Jepang dan negara-negara ASEAN, membuka ASEAN-Japan Medical Devices Regulatory Symposium 2025 di Jakarta.
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bekerja sama dengan Pharmaceuticals and Medical Devices Agency (PMDA) Jepang dan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia secara resmi meluncurkan program pelatihan dua tahun bertajuk ASEAN-Japan Medical Devices Regulatory Training 2025.

Program ini bertujuan memperkuat kapasitas regulator alat kesehatan di kawasan ASEAN dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi medis.

Peluncuran program ini dilaksanakan pada 14-16 Mei 2025 di The Westin Jakarta, dengan dukungan dari Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF) dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Kegiatan di tahun pertama mencakup simposium satu hari yang dihadiri lebih dari 400 peserta secara luring dan 200 peserta daring, serta seminar dua hari yang diikuti oleh 40 regulator alat kesehatan dari negara-negara ASEAN.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dante Saksono Harbuwono dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja sama ASEAN-Jepang dalam menciptakan sistem regulasi yang responsif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Ia menyoroti pengalaman Indonesia saat pandemi Covid-19, yang menunjukkan urgensi kemandirian industri alat kesehatan nasional.

“Kami membangun sistem regulasi yang harmonis dan adaptif terhadap inovasi untuk memastikan keselamatan pasien serta efisiensi proses perizinan. Ke depan, produk-produk lokal harus mampu bersaing di pasar global,” ujar Prof Dante.

Hal senada disampaikan Duta Besar Jepang untuk ASEAN HE. Kiya Masahiko, yang menekankan pentingnya sinergi regional dalam menghadapi tantangan teknologi seperti Software as a Medical Device (SaMD), kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan alat diagnostik mandiri.

Simposium membahas berbagai isu strategis dari perspektif global dan regional, termasuk pembaruan dari International Medical Device Regulators Forum (IMDRF), prakualifikasi WHO untuk alat diagnostik in vitro (IVD), serta penerapan SaMD oleh industri Jepang, seperti computer-aided detection (CADe) dan diagnosis (CADx).

ASEAN Medical Device Committee (AMDC) turut memaparkan arah kebijakan harmonisasi regulasi kawasan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 22 industri nasional turut memamerkan alat kesehatan buatan dalam negeri yang telah memiliki kapasitas ekspor. Pameran ini menjadi ajang promosi sekaligus memperkuat jejaring antarnegara ASEAN dan Jepang.

Seminar teknis selama dua hari berikutnya difokuskan pada pelatihan mendalam bagi para regulator ASEAN. PMDA memimpin sesi seputar Medical Device Single Audit Program (MDSAP), evaluasi alat kesehatan berisiko tinggi, dan pengenalan standar internasional.

Diskusi juga mencakup inisiatif ASEAN Diagnostic Security and Self-Reliance (ADxSSR) yang diusulkan oleh Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia, Prof Dr Hamdi Muluk MSi menyampaikan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada UI sebagai pelaksana utama.

“Inilah bentuk nyata kontribusi akademisi dalam membangun ekosistem kesehatan yang tangguh di kawasan ASEAN,” ujarnya.

Dekan Fakultas Farmasi UI, Prof Dr apt Arry Yanuar MSi menambahkan bahwa keterlibatan UI selama tiga tahun berturut-turut mencerminkan komitmen dalam menjembatani akademisi, regulator, dan industri.

“Sinergi ini adalah kunci dalam menciptakan sistem regulasi yang kuat dan mendukung akses masyarakat terhadap alat kesehatan berkualitas,” ujarnya.

Melalui kolaborasi erat ini, ASEAN dan Jepang menegaskan komitmen bersama untuk membangun sistem regulasi alat kesehatan yang harmonis, inovatif, dan mendorong daya saing industri di kawasan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat
komentar
beritaTerbaru