Jumat, 10 April 2026

Resmi Jadi Rumah Sakit Tipe C, RSUD Kolaka Timur Perkuat Penanganan Penyakit Mematikan

Selasa, 06 Mei 2025 07:38 WIB
Resmi Jadi Rumah Sakit Tipe C, RSUD Kolaka Timur Perkuat Penanganan Penyakit Mematikan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) bersama Gubernur Sulawesi Tenggara dan Bupati Kolaka Timur melakukan peletakan batu pertama pembangunan RSUD Kolaka Timur, Sabtu (3/5/2025). (Dok/Kemenkes)
Kolaka Timur (buseronline.com) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka Timur resmi naik kelas dari tipe D menjadi tipe C. Kenaikan kelas ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan berkualitas di seluruh daerah, termasuk wilayah terpencil.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan mandat agar seluruh RSUD tipe D, termasuk RSUD Kolaka Timur, ditingkatkan menjadi tipe C. Hal ini untuk memastikan masyarakat tidak perlu bepergian jauh ke kota besar demi mendapatkan layanan kesehatan memadai.

“Presiden ingin semua masyarakat Indonesia mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas, di mana pun mereka tinggal,” ujar Menkes Budi saat meninjau langsung pembangunan RSUD Kolaka Timur di Sulawesi Tenggara, Sabtu.

Sebagai RSUD tipe C, rumah sakit ini akan dilengkapi dengan fasilitas modern seperti CT Scan, cath lab, mamografi, laboratorium patologi anatomi, dan layanan kemoterapi. Fasilitas ini diharapkan mampu menangani lima penyakit paling mematikan di Indonesia, yakni stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, serta masalah kesehatan ibu dan anak.

“Stroke harus ditangani dalam dua jam, jantung maksimal enam jam. Kalau lewat dari itu, risiko kematiannya sangat tinggi. Jadi rumah sakit kabupaten/kota harus bisa menangani sendiri,” tegas Menkes.

Menkes juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM). Ia menyebutkan masih adanya kekurangan dokter spesialis di sejumlah daerah, termasuk Kolaka Timur. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah pusat tengah menyiapkan program pendidikan spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based), dengan prioritas bagi dokter muda dari daerah.

“Putra-putri daerah harus diberi kesempatan menjadi spesialis dan mengabdi di rumah sakitnya sendiri,” katanya.

Selain itu, Menkes menyoroti pentingnya pengelolaan rumah sakit yang profesional. Ia mengungkapkan bahwa banyak rumah sakit yang sepi bukan karena kurangnya fasilitas, tetapi karena manajemennya belum optimal. Oleh karena itu, Kemenkes membuka kesempatan bagi daerah untuk merekrut tenaga manajemen profesional dari kementerian.

“Pengelolaan rumah sakit harus profesional dan terintegrasi. Kami juga menyediakan layanan konsultasi manajemen rumah sakit secara gratis untuk seluruh daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas tiga hektar, dan akan menambah dua hektar lagi untuk pembangunan rumah sakit baru.

“Kami juga telah memberangkatkan 10 dokter untuk menempuh pendidikan spesialis dasar, terutama untuk penanganan kanker, jantung, stroke, dan ginjal,” ungkap Abdul Azis.

Menkes Budi menutup kunjungannya dengan menegaskan bahwa keberadaan rumah sakit bukan satu-satunya solusi. Ia mengingatkan pentingnya peran Puskesmas dan tenaga kesehatan di tingkat primer untuk menjaga masyarakat tetap sehat.

“Rumah sakit untuk mengobati. Tapi tugas utama kita adalah mencegah agar masyarakat tidak jatuh sakit,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
RSU Haji Medan Perkuat Perlindungan Tenaga Medis dalam Penanganan Campak
RSU Haji Medan dan RSJ Prof Ildrem Pastikan Tak Terapkan WFH, Layanan Tetap Normal
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
komentar
beritaTerbaru