Sabtu, 11 April 2026

Peningkatan Kelas ke Tipe C: Standar Tinggi untuk Semua RS Pemerintah

Senin, 05 Mei 2025 07:34 WIB
Peningkatan Kelas ke Tipe C: Standar Tinggi untuk Semua RS Pemerintah
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan sambutan dalam peletakan batu pertama pembangunan RSUD Benyamin Guluh menjadi rumah sakit tipe C di Kolaka, Jumat (2/5/2025). (Dok/Kemenkes)
Kolaka (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan rumah sakit pemerintah menjadi bertipe C. Kali ini, kegiatan berlangsung di RSUD Benyamin Guluh, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Jumat.

Dalam sambutannya, Menkes Budi menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan tengah menjalankan program nasional untuk memperkuat layanan rumah sakit di seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia. Setiap rumah sakit pemerintah ditargetkan akan dilengkapi fasilitas medis modern dan layanan kesehatan berstandar tinggi.

“Strateginya adalah memastikan setiap kabupaten dan kota bisa melayani dan menyembuhkan pasien dengan penyakit-penyakit berat tanpa perlu dirujuk ke kota besar,” ujar Menkes Budi.

Ia menyebut, penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia seperti stroke, jantung, kanker, dan ginjal menjadi fokus utama. Selain itu, kesehatan ibu dan anak juga menjadi prioritas layanan.

Menkes menekankan pentingnya kecepatan penanganan, khususnya untuk stroke dan jantung, yang memiliki “golden period” sangat singkat. Stroke harus ditangani dalam waktu kurang dari dua jam, sementara jantung maksimal enam jam.

“Kalau pasien stroke dari Kolaka harus dirujuk ke Kendari, bisa terlambat dan keburu wafat. Karena itu, kita hadirkan alat-alatnya langsung ke kabupaten dan kota,” jelasnya.

Kemenkes menargetkan 70 hingga 80 persen kasus penyakit berat seperti stroke dan jantung bisa ditangani langsung di daerah. Untuk itu, kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) kesehatan harus ditingkatkan.

“Kami minta dukungan pemda dalam menyediakan SDM yang kompeten. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Dalam program ini, Kemenkes juga akan mendistribusikan alat kesehatan seperti hematology analyzer, chemical analyzer, dan EKG ke 10.000 Puskesmas di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Bupati Kolaka Amri Jamaluddin mengapresiasi kehadiran Menkes di daerahnya dan menyatakan komitmennya dalam mendukung layanan kesehatan inklusif dan adil.

“Tenaga medis adalah garda terdepan. Jangan sampai ada pelayanan pilih kasih kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan rumah sakit dan dukungan alat kesehatan ini dapat menjadi momentum peningkatan layanan kesehatan di Kolaka dan wilayah lainnya.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam menekan angka kematian dan memastikan akses layanan kesehatan yang merata di seluruh Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat
komentar
beritaTerbaru