Sabtu, 11 April 2026

Wamenkes Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini TBC, Kanker Serviks, dan Stunting

Selasa, 10 Desember 2024 11:19 WIB
Wamenkes Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini TBC, Kanker Serviks, dan Stunting
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengunjungi Puskesmas Krembangan Selatan, Surabaya, Jawa Timur. (Dok/Kemenkes)
Surabaya (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof dr Dante Harbuwono menekankan pentingnya deteksi dini dalam program kesehatan nasional saat melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Krembangan Selatan, Surabaya, Jawa Timur. Program ini sejalan dengan misi pemerintah dalam mewujudkan visi ‘Asta Cita’ di bidang kesehatan.

Dalam kunjungannya, Prof Dante meninjau layanan deteksi dini untuk tiga masalah kesehatan utama, yakni kanker serviks, TBC, dan stunting.

Prof Dante menjelaskan bahwa kanker serviks menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia bagi perempuan. Ia menyoroti perlunya pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) secara rutin untuk mendeteksi kanker serviks pada stadium awal.

“Jika kanker serviks terdeteksi pada stadium rendah, pengobatan sederhana seperti cryotherapy dapat dilakukan di tingkat puskesmas. Namun, jika terdeteksi pada stadium lanjut, pengobatannya jauh lebih kompleks seperti kemoterapi dan operasi,” ujar Prof Dante.

Indonesia saat ini menempati peringkat kedua tertinggi di dunia untuk kasus TBC. Wamenkes menekankan pentingnya pemeriksaan dini melalui tes mantoux, pemeriksaan dahak, dan teknologi AI untuk membaca hasil rontgen.

“Jangan tunggu sampai gejala parah, seperti batuk darah. Terutama bagi mereka yang kontak erat dengan pasien positif, harus segera melakukan skrining,” ungkapnya.

Prof Dante juga berpesan kepada pasien TBC untuk menjalani pengobatan hingga tuntas demi mencegah resistensi bakteri.

Selain itu, Wamenkes meninjau layanan pemeriksaan berat badan bayi dan balita untuk mendeteksi stunting. Ia mengungkapkan bahwa angka stunting di Indonesia saat ini masih berada di angka 21,5%.

“Stunting tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik, tetapi juga kecerdasan. Bayi dan balita yang berat badannya tidak naik memiliki risiko tinggi terpapar TBC, terutama jika berada di lingkungan pasien positif,” ujar Prof Dante.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menurunkan angka stunting guna menciptakan generasi sehat dan cerdas dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan skrining kesehatan. Program ini menjadi langkah strategis dalam menekan angka kematian akibat penyakit kronis dan memastikan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat
komentar
beritaTerbaru