Sabtu, 23 Mei 2026

Vaksin Mpox Disetujui WHO dan BPOM untuk Penggunaan di Indonesia

Jumat, 13 September 2024 12:18 WIB
Vaksin Mpox Disetujui WHO dan BPOM untuk Penggunaan di Indonesia
Ilustrasi Vaksin Mpox.
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Kementerian Kesehatan RI mengumumkan bahwa vaksin Mpox telah mendapat persetujuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan BPOM untuk digunakan dalam situasi darurat kesehatan.

Persetujuan ini menandakan bahwa vaksin Mpox dapat diberikan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan penularan virus Mpox (MPXV).

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril SpP MPH menegaskan bahwa vaksin Mpox bukanlah vaksin eksperimental seperti yang dipersangka sebagian pihak. Vaksin ini telah mendapatkan Emergency Use Listing (EUL) dari WHO dan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM.

"BPOM bersama Komnas KIPI terus memantau penggunaan vaksin ini untuk memastikan keamanan dan manfaatnya," ujar Syahril dalam keterangannya.

Saat ini, vaksin yang digunakan di Indonesia adalah jenis Modified Vaccinia Ankara-Bavarian Nordic (MVA-BN), vaksin turunan cacar generasi ketiga yang bersifat non-replicating. Vaksin ini telah digunakan sejak 2023 setelah ditemukan kasus konfirmasi Mpox di Indonesia.

Menurut dokumen WHO berjudul "Weekly Epidemiological Record: Smallpox and Mpox (Orthopoxviruses) Vaccine Position Paper" yang diterbitkan pada 23 Agustus 2024, ada tiga vaksin yang dapat digunakan untuk pencegahan Mpox. Selain MVA-BN, vaksin lainnya adalah LC16m8 dan ACAM2000.

MVA-BN telah terbukti efektif menurunkan risiko Mpox antara 62% hingga 85%, serta mengurangi risiko penyakit pada orang yang sudah terpapar Mpox sebesar 20%.

LC16m8 juga memberikan perlindungan yang signifikan terhadap virus Mpox, sementara ACAM2000 menunjukkan hasil positif dalam studi model hewan.

Pengawasan ketat oleh BPOM dan Komnas KIPI memastikan bahwa vaksin-vaksin ini aman dan bermanfaat untuk melawan Mpox, memberikan harapan baru dalam upaya pencegahan wabah. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
WHO
beritaTerkait
Wakil Kepala BGN Tinjau Pelaksanaan Program MBG di SMAN 28 Jakarta
Presiden Prabowo Bahas Antisipasi Krisis Ekonomi Bersama Tokoh Ekonomi Nasional
Taput Jadi Percontohan Nasional Digitalisasi Bansos, 510 Agen Ikuti Bimtek dan ToT
Wakil Bupati Taput Buka Rapat Pemaparan Rencana Aksi OPD 2026-2029
Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Logistik dan Target Zero ODOL 2027 di Munas Aptrindo
Rakernis Densus 88 Bahas Ancaman Terorisme Digital, Tekankan Pencegahan dan Literasi Masyarakat
komentar
beritaTerbaru